Hasil Riset Perguruan Tinggi Harus Bermanfaat Bagi Masyarakat
📅 Rabu, 17 Mei 2023, 00:09 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: Istimewa
YOGYAKARTA - Sebelum memulai pasti sudah ada sesuatu sebelumnya. Jadi tidak mengawali sesuatu dari nol. Maka jadilah transformasi yaitu dari apa yang telah direfleksikan baru disusun kembali sejumlah rencana supaya sampai ke tujuan.
Yang perlu disusun adalah rencana dan cara mencapai tujuan, bukan tujuannya yang diubah di mana untuk membangun tidak bisa sendiri-sendiri, maka ada tagline sinergi dan kolaborasi. Sesuatu yang terserak bila disinergikan dengan tujuan sama akan membentuk kekuatan yang terkonsolidasi.
Kolaborasi berarti mengerjakan sesuatu secara bersama. Tujuan disatukan, resources disatukan dan berbagi tugas untuk tujuan yang sama pula.
Hal ini disampaikan Direktur Riset Teknologi dan Pengabdian pada Masyarakat, Ditjen Diktiristek, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, M. Faiz Syuaib dalam mini seminar yang diselenggarakan oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM) UNY, Selasa (16/5).
Menurut siaran persnya, Faiz menyampaikan Indonesia adalah tempat riset yang tidak ada putusnya di dunia saking banyaknya bahan untuk diteliti.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ada delapan bidang fokus riset yaitu pangan, energi terbarukan, kesehatan, transportasi, rekayasa keteknikan, pertahanan keamanan, kemaritiman, sosial humaniora pendidikan seni budaya dan lainnya," katanya.
Prioritasnya ada pada lima hal yaitu green economy, blue economy, digital economy, tourism, dan health independence.
Doktor dari Tokyo University of Agriculture and Technology Jepang itu memaparkan tujuan riset adalah memaksimalkan yang dimiliki untuk bisa dimanfaatkan demi tujuan bersama, yaitu melindungi, mencerdaskan, menyejahterakan, keadilan dan perdamaian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pembangunan Indonesia tahun 2045 adalah pembangunan manusia dan penguasaan Iptek yang ujungnya peningkatan kontribusi Iptek dalam pembangunan. Sehingga hasil riset harus kembali pada penggunanya yaitu masyarakat umum serta dunia usaha/dunia industri dimana perguruan tinggi punya posisi yang signifikan.
"Di Indonesia kita punya tridharma perguruan tinggi yang hebat, karena sumberdaya manusia yang dihasilkan harus meriset dengan teknologi dan hasilnya dikembalikan pada masyarakat," tuturnya.
Dosen IPB tersebut menekankan pengabdian pada masyarakat merupakan impelentasi hasil riset di perguruan tinggi di masyarakat yang merupakan kegiatan kolaboratif. Sifatnya adalah lokus (sesuai potensi dan kebutuhan wilayah) dan fokus.
Tolok ukur pengabdian pada masyarakat adalah teknologi hasil riset yang di-delivery ke masyarakat, diterima dan digunakan masyarakat sesuai yang dibutuhkan serta kemanfaatannya bagi masyarakat.
Faiz Syuaib berharap agar para dosen LPTK membuat riset yang terkait dengan pendidikan dan kebudayaan karena zaman berubah sangat cepat. Sehingga LPTK tidak hanya mencetak guru tapi juga bagaimana metodologi mengajar, konten mengajar dan bagaimana merespon teknologi.
Kegiatan ini digelar di Hotel UNY dan dibuka oleh Rektor UNY Prof. Sumaryanto.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!