Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Badai Mocha Luluh Lantakkan Desa-desa Rohingya di Myanmar, 41 Orang Tewas

📅 Selasa, 16 Mei 2023, 14:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Badai Mocha Luluh Lantakkan Desa-desa Rohingya di Myanmar, 41 Orang Tewas Doc: AFP/Sai Aung Utama
Ket. Badai Mocha mendarat di pantai Myanmar dan Bangladesh tenggara pada 14 Mei 2023, menumbangkan pohon, menyebarkan rumah-rumah tipis di kamp-kamp pengungsian Rohingya dan membawa gelombang badai ke daerah dataran rendah.

SITTWE - Topan Mocha meluluhlantakkan Cox's Bazar di Bangladesh dan Sittwe di Myanmar dengan kecepatan angin hingga 195 km/jam, badai terbesar yang melanda Teluk Benggala dalam satu decade.

Jumlah korban tewas di desa-desa yang dilanda topan di negara bagian Rakhine Myanmar setidaknya 41 orang pada Selasa (16/5), kata para pemimpin setempat kepada AFP.

Topan Mocha sebagian besar telah berlalu pada Minggu malam, menyelamatkan kamp-kamp pengungsi yang menampung hampir satu juta Rohingya di Bangladesh . Para pejabat mengatakan tidak ada korban jiwa.

Tetapi banyak warga Rohingya di Myanmar barat tewas ketika topan itu melanda di akhir pekan, menurut penduduk, kelompok bantuan, dan laporan media lokal pada Selasa (16/5).

Dua warga dan organisasi non-pemerintah lokal yang beroperasi di Negara Bagian Rakhine, Partners, mengatakan kepada Reuters bahwa topan telah menyebabkan kerusakan besar dengan banyak korban jiwa.

Dua puluh empat orang tewas di jalur desa Khaung Doke Kar barat laut Sittwe, kata seorang pemimpin kamp Rohingya kepada AFP, meminta namanya tak ditulis karena takut pembalasan dari junta.

Beberapa orang lainnya dikhawatirkan hilang dari jalur dataran rendah, rumah bagi desa-desa Rohingya dan kamp-kamp pengungsi, katanya.

Rekaman AFP di daerah itu menunjukkan perahu kayu nelayan hancur berkeping-keping dan menumpuk di dekat pantai.

Setidaknya lima orang tewas di Myanmar dan "beberapa warga" terluka, kata junta militer dalam pernyataan sebelumnya, tanpa memberikan rincian.

Lebih dari 860 rumah dan 14 rumah sakit atau klinik rusak di seluruh negeri, katanya.

Komunikasi dengan ibu kota negara bagian Rakhine, Sittwe, masih terputus-putus pada Senin. Sittwe menampung sekitar 150.000 orang dan menanggung beban badai, menurut pelacak topan.

Ratusan orang yang berlindung di tempat yang lebih tinggi kembali ke kota melalui jalan yang dipenuhi pepohonan, tiang dan kabel listrik, kata koresponden AFP.

Di Sittwe, tiang listrik tergantung rendah di atas jalan-jalan sepi dan pohon-pohon yang masih berdiri.

Sedikitnya lima orang tewas di kota itu dan sekitar 25 lainnya cedera, kata pekerja penyelamat lokal Ko Lin Lin kepada AFP.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.