Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Media Jepang: G-7 Merencanakan Program Vaksin Baru untuk Negara Berkembang

📅 Senin, 15 Mei 2023, 00:13 WIB | Oleh:
Media Jepang: G-7 Merencanakan Program Vaksin Baru untuk Negara Berkembang Doc: Istimewa
Ket. Program baru ini bertujuan mengumpulkan dana untuk produksi dan pembelian vaksin, serta pelatihan petugas kesehatan untuk mempersiapkan pandemi global berikutnya.

TOKYO - Negara-negara anggota kelompok G-7 akan menyepakati pembentukan program baru untuk mendistribusikan vaksin ke negara-negara berkembang pada pertemuan puncak para pemimpin minggu depan.Demikain dilaporkan surat kabar Jepang, Yomiuri Shimbun, pada Sabtu (13/5).

Dikutip dari The Straits Times, selain G-7, negara-negara G-20 seperti India dan kelompok internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia atauWorld Health Organization (WHO) dan Bank Dunia akan berpartisipasi, mengutip sumber pemerintah Jepang.

Selama pandemi Covid-19, fasilitas Covax, yang didukung oleh WHO dan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (Gavi), mengirimkan hampir 2 miliar dosis vaksin virus korona ke negara-negara berkembang.

Namun, Covax menghadapi kemunduran dalam memastikan akses yang adil, karena negara-negara kaya memprioritaskan tembakan untuk warganya sementara fasilitas penyimpanan yang tidak memadai di negara-negara miskin menyebabkan penundaan pasokan dan pembuangan jutaan dosis yang hampir kedaluwarsa.

"Program baru ini bertujuan mengumpulkan dana untuk produksi dan pembelian vaksin, serta investasi dalam penyimpanan suhu rendah dan pelatihan petugas kesehatan untuk mempersiapkan pandemi global berikutnya," kata surat kabar itu.

Jepang, ketua pertemuan G-7 tahun ini, berupaya membangun dukungan dari negara-negara berkembang pada isu-isu luas seperti rantai pasokan, ketahanan pangan, dan perubahan iklim untuk melawan pengaruh Tiongkok dan Russia yang semakin meningkat.

Pertemuan para menteri keuangan G-7 pada Sabtu sepakat untuk menawarkan bantuan kepada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah untuk membantu meningkatkan peran mereka dalam rantai pasokan produk-produk terkait energi.

Pada pertemuan tersebut, para menteri keuangan dan kesehatan G-7 menyerukan kerangka pembiayaan global baru."Untuk menyebarkan dana yang diperlukan dengan cepat dan efisien dalam menanggapi wabah tanpa mengumpulkan uang tunai,"kata mereka dalam sebuah pernyataan.

"G-7 akan bekerja sama dengan WHO dan Bank Dunia, yang mengelola dana pandemi internasional, untuk menjajaki skema pendanaan baru menjelang pertemuan menteri keuangan dan kesehatan G-20 Agustus di India," kata mereka.

Pengelompokan G-7 yang terdiri dari Inggris, Kanada, Uni Eropa, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat, sedang mempertimbangkan apakah akan mengeluarkan pernyataan tentang respons pandemi global pada KTT 19-21 Mei di Hiroshima, Jepang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.