Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Prakirakan Titik Panas di Sumsel Meningkat

📅 Senin, 15 Mei 2023, 18:38 WIB | Oleh:
BPBD Prakirakan Titik Panas di Sumsel Meningkat Doc: ANTARA/HO-BPBD Sumsel
Ket. Kegiatan pengecekan titik panas atau hotspot di Sumatra Selatan.

PALEMBANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan memprakirakan jumlah titik panas atau hotspot di wilayah itu meningkatkan pada Mei 2023.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Ansyori di Palembang, Senin, mengatakan berdasarkan data yang dihimpun BPBD Sumsel hingga 13 Mei 2023, jumlah hotspot di wilayah itu pada bulan Januari tercatat ada 54 titik, Februari 43 titik, Maret 91 titik, April 227 titik, dan Mei 51 titik.

"Untuk wilayah Sumsel untuk jumlah hotspot meratadi semua wilayah, cuma ada beberapa yang lebih banyak ada yang sebagian lebih sedikit, akan tetapi di kondisi hotspot saat ini sudah mulai menunjukkan peningkatan dibanding bulan-bulan sebelumnya, khususnya pada bulan April mulai ada peningkatan dan pada bulan Mei juga akan mulai meningkat," katanya.

Pihaknya telah melakukan pemantauan hotspot di seluruh wilayah Sumsel, terutama pada daerah yang rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kami terus melakukan patroli dan sosialisasi serta pengecekan titik hotspot dengan pihak TNI dan Bhabinsa di wilayah kerjanya masing masing," kata Ansori.

Oleh Sebab itu, BPBD Sumsel mengimbau masyarakat supaya lebih berhati hati untuk penggunaan api entah itu untuk pembakaran sampah, ataupun membersihkan lahan, dan diharapkan tidak membakar baik membersihkan maupun membuka lahan karena dengan kondisi cuaca ekstrim ini dikhawatirkan api bisa cepat menyebar kemana mana.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumsel mulai mengaktifkan pengoperasian Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai upaya menanggulangi karhutla.

Pengaktifan TMC itu dilakukan setelah Gubernur Sumsel Herman Deru menerbitkan surat izinnya, pada Rabu (26/4) yang kemudian diteruskan ke setiap kepala daerah di 17 kabupaten dan kota setempat.

TMC merupakan kegiatan modifikasi atau merekayasa cuaca untuk meningkatkan potensi turunnya hujan di antaranya dengan cara menyemai garam dalam jumlah besar ke awan potensial.

Potensi ini perlu dimitigasi karena akan berdampak terhadap ketersediaan air untuk pertanian, PLTA, wisata, dan dampak ekonomi pada tahun 2015.

Selain itu, data yang didapatkan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat itu karhutla mengakibatkan kekeringan tanaman padi seluas 597 ribu hektare termasuk di Sumsel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.