Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setelah Diminta Patuhi Aturan Internasional, Kini Tiongkok Balas Tuduh Negara G7

📅 Kamis, 11 Mei 2023, 22:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Setelah Diminta Patuhi Aturan Internasional, Kini Tiongkok Balas Tuduh Negara G7 Doc: ANTARA/Tiongkok MFA
Ket. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin.

Beijing - Memanas, Tiongkok melancarkan tuduhan balasan terhadap para anggota G7 sebagai negara-negara maju yang paling banyak melanggar dan merusak aturan internasional.

"Saat meminta Tiongkok menaati aturan internasional, G7 sendiri yang justru banyak melanggar dan merusak aturan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok (MFA) Wang Wenbin di Beijing, Kamis.

Konferensi Tingkat Tinggi G7 yang diagendakan di Jepang bakal mendesak Tiongkok agar menaati aturan internasional.

"Sebelum mendiskusikan aturan internasional, harus kita pastikan dulu seperti apa aturan internasional yang dimaksud itu," katanya dalam pengarahan pers rutin di Beijing.

Saat G7 menyebut aturan internasional, lanjut Wang, yang mereka maksudkan adalah aturan negara-negara Barat.

Ia mengungkapkan Amerika Serikat telah mengabaikan 17 kesepakatan internasional, termasuk kesepakatan dengan UNESCO dan Kesepakatan Paris.

"AS telah memata-matai negara-negara secara global tanpa pandang bulu, tidak terkecuali sekutunya di G7, negara-negara bersenjata kuat, memaksa secara ekonomi, dan campur tangan militer. AS secara terang-terangan menginvasi Afghanistan, Irak dan Suriah serta negara-negara lain yang lebih kecil dan lebih lemah daripada AS, membunuh dan menggusur puluhan juta warga sipil tak berdosa," ujar Wang.

Ia mendesak AS dan Jepang sebagai anggota G7 segera melunasi dulu tunggakan iuran di Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelum berbicara tentang aturan internasional.

"AS harus menarik pasukan yang menduduki Suriah secara ilegal, Jepang tidak bersikeras membuang limbah cair terkontaminasi nuklir ke laut, berhenti menghasut perpecahan dan konfrontasi, dan berhenti memanfaatkan aturan internasional demi mendapatkan keuntungan sendiri," ucapnya.

KTT G7 bakal digelar di Hiroshima, Jepang, selama tiga hari mulai 21 Mei.

Kepala negara atau kepala pemerintahan dari tujuh negara anggota, yakni Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Inggris, Amerika Serikat, dan Jepang selaku tuan rumah bakal menghadiri pertemuan tingkat tinggi tersebut.

Presiden Joko Widodo juga mendapatkan undangan dari Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida untuk menghadiri KTT G7 di Hiroshima itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.