Orang Tua Harus Tahu! Ini Tanda-tanda Anak Alami Bullying dan Cara Mengatasinya
📅 Senin, 08 Mei 2023, 14:08 WIB | Oleh: Rivaldi Dani Rahmadi
Doc: Childrens.com
Perundungan atau yang lebih dikenal dengan istilah bullying masih kerap terjadi, terutama dialami anak-anak. Adapun salah satu lingkungan yang kerap terjadi bullying yakni lingkungan sekolah.
Bullying tentu dapat menimbulkan dampak buruk seperti mempengaruhi kesehatan mental bagi korbannya. Sehingga, penting untuk orang tua mengetahui tanda-tanda anak yang mengalami bullying.
Psikolog Assosiate Klinik Terpadu Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Rosana Dewi Yunita mengatakan ada beberapa tanda yang harus diketahui orang tua saat anak mengalami perundungan di sekolah.
"Ada beberapa tanda saat anak mengalami perundungan di sekolah, antara lain anak tidak mau pergi ke sekolah, kesulitan tidur (insomnia) dan terlihat tegang atau cemas," kata Rosana, dikutip dari Antara, Senin (8/5).
Rosana menambahkan, akan muncul perilaku yang berbeda dari biasanya pada anak yang mengalami perundungan. Sehingga, orang tua harus tanggap dan membantu anak untuk mengatasinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan, saat mengalami masalah dalam pertemanan, anak dapat mengalami demotivasi belajar atau penurunan motivasi dalam belajar, sehingga prestasi anak di sekolah pun dapat menurun.
"Ketika dia mau berangkat, yang dulunya semangat ternyata kok sekarang nggak semangat. Ternyata dia tidak diajak dalam suatu lingkungan," ucapnya.
Selain tidak diajaknya anak dalam suatu lingkungan atau kelompok pertemanan, permasalahan lain dapat terjadi saat anak didiamkan atau tidak dihiraukan oleh teman-temannya, hingga perkataan yang menyinggung dari teman-temannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ada beberapa tahapan untuk mengetahui apakah anak mengalami perundungan di sekolah atau tidak. Pertama, orang tua dapat mengonfirmasi, baik dari anak maupun teman yang disinyalir melakukan perundungan apakah tindakannya hanya lelucon tanpa unsur kesengajaan atau memang sengaja untuk perundungan.
Pada anak-anak, khususnya anak usia sekolah dasar, kontrol diri mereka terkadang masih kurang baik. Tindakan-tindakan mereka kadang sudah disimpulkan merundung, misalnya saat ingin meminjam sesuatu dari temannya, tetapi terkesan merebut atau memaksa mengambilnya, sehingga terlihat seperti perundungan yang sebenarnya tidaklah demikian.
Pada dasarnya, perundungan dilakukan secara konsisten oleh satu individu atau kelompok ke individu lainnya. Jika anak tidak mengalami hal tersebut, dan kejadian hanya sekali saja, kemungkinan besar mereka ada masalah dalam berkomunikasi belum sampai tindakan perundungan. Jadi orangtua atau lingkungan perlu bijak dalam mengatasi hal ini.
Kedua, orang tua dapat memberikan penguatan pada anak dan kemampuan pertahanan diri agar anak dapat mengatasi perundungan yang dialaminya. Ketiga, orang tua dapat memastikan apakah permasalahan perundungan pada anak dapat diselesaikan melalui pihak sekolah dulu atau tidak.
Jika cara kedua tidak berhasil, orang tua dapat mendiskusikan tindakan perundungan yang terjadi pada anak agar sekolah dapat mengambil tindakan tepat untuk mengatasinya.
Apabila ada kejadian perundungan, pihak sekolah dan orangtua bekerjasama untuk melakukan tindakan pada semua anak, baik anak yang merundung, anak yang dirundung, maupun anak yang hanya melihat tindakan perundungan tersebut. Bisa juga kerjasama dengan profesional seperti psikolog.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!