Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krisis Myanmar Dominasi Agenda KTT

📅 Senin, 08 Mei 2023, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Krisis Myanmar Dominasi Agenda KTT Doc: AFP/ACHMAD IBRAHIM
Ket. Marty Natalegawa, Mantan Menlu RI

SINGAPURA - Krisis yang membara di Myanmar akan membayangi pembicaraan antara para pemimpin Asia tenggara di Indonesia pekan ini, karena para pemimpin akan memperbarui seruan untuk mengakhiri kekerasan yang meningkat.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta militer yang menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi pada Februari 2021, dengan penumpasan berdarah junta terhadap perbedaan pendapat yang memicu kerusuhan sosial dan bencana ekonomi.

Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (Asean) telah mencoba untuk memulai rencana lima poin yang disepakati dengan Myanmar dua tahun lalu setelah upaya mediasi untuk mengakhiri kekerasan gagal.

Namun usahanya terhenti karena junta mengabaikan kritik internasional dan menolak untuk terlibat dengan lawan-lawannya, termasuk dengan anggota parlemen yang digulingkan, pasukan pertahanan rakyat antikudeta dan kelompok bersenjata etnis minoritas.

Serangan udara di sebuah desa di kubu pemberontak bulan lalu yang dilaporkan menewaskan puluhan orang, memicu kecaman global dan memperburuk pengucilan junta. Para diplomat mengatakan kepada AFP bahwa krisis tersebut akan menjadi isu utama selama KTT 9-11 Mei di Pulau Flores, Indonesia.

"Blok regional yang beranggotakan 10 negara itu akan sekali lagi mengutuk keras serangan udara itu dan menuntut segera diakhirinya kekerasan dalam pernyataan akhir KTT yang akan dikeluarkan oleh ketua Indonesia tahun ini," menurut draf yang dilihat oleh AFP.

"Ini akan menjadi satu-satunya cara untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi dialog nasional yang inklusif untuk menemukan solusi damai yang berkelanjutan di Myanmar," demikian isi dari draf pernyataan tersebut.

Myanmar tetap menjadi anggota Asean tetapi telah dilarang ikut serta di KTT tingkat atas karena kegagalan junta untuk menerapkan rencana perdamaian.

Diplomasi Senyap

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi, pada Jumat (5/5) lalu mengatakan bahwa Indonesia menggunakan diplomasi senyap untuk berbicara dengan semua pihak yang berkonflik di Myanmar dan memacu upaya perdamaian baru.

Sementara itu mantan Menlu Indonesia, Marty Natalegawa, mengatakan krisis yang memburuk merupakan ancaman eksistensial bagi ASEAN.

Marty mendesak blok untuk berbuat lebih banyak atau berisiko dikesampingkan karena negara lain, seperti Tiongkok dan masing-masing negara anggota Asean, dalam memimpin dalam upaya menyelesaikan situasi.

"Asean harus secara terbuka mengundang Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), sebuah pemerintahan bayangan yang didominasi oleh anggota parlemen dari partai pimpinan Aung San Suu Kyi, ke pertemuan Asean untuk membuat junta merasakan konsekuensi dari sikap keras kepala mereka.

"Kami dituntun untuk percaya bahwa ada beberapa diplomasi senyap yang terjadi, tetapi tidak bisa terlalu diam sehingga menjadi keheningan yang memekakkan telinga," kata Marty kepada AFP. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.