Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lemhannas Paparkan Kajian soal Papua, termasuk 4 Daerah Otonomi Baru

📅 Kamis, 04 Mei 2023, 14:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lemhannas Paparkan Kajian soal Papua, termasuk 4 Daerah Otonomi Baru Doc: antarafoto
Ket. Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional RI Andi Widjajanto

JAKARTA - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional RI Andi Widjajanto menyatakan pihaknya telah memaparkan hasil tujuh putaran kajian mengenai Papua, termasuk perihal empat daerah otonomi baru (DOB) yang dibentuk akhir tahun lalu. Selain itu, Lemhanas juag memaparkan permasalahan eskalasi kekerasan di Bumi Cenderawasih itu.

Paparan yang dimulai sejak awal tahun 2023 tersebut disampaikan Lemhannas kepada beberapa kementerian seperti Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) dan Kementerian Pertahanan (Kemhan), serta Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin.

"Sudah tujuh putaran yang kami lakukan. Sudah dipaparkan ke Kemenko Polhukam, Kemhan, beberapa menteri, terakhir dengan Pak Wapres sudah rapat," kata Andi kepada awak media di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/5).

Kendati demikian, Andi menyatakan bahwa hasil kajian secara spesifik belum bisa disampaikan ke publik.

"Saya enggak bisa membahas substansi-nya, karena aturan kelembagaan-nya kajiannya tertutup. Hanya bisa saya sampaikan itu," ujarnya.

Andi menyampaikan bahwa Lemhannas masih akan melanjutkan kajian tersebut sesuai rencana, termasuk dalam bentuk pantauan kajian bulanan.

"Perdamaian Papua tentunya. Perdamaian dan kesejahteraan Papua," ujar Andi ketika ditanya tujuan akhir dari kajian yang dilakukan Lemhannas soal Papua tersebut.

Rencana Lemhannas melakukan kajian soal Papua diungkapkan oleh Andi pada akhir tahun 2022 salah satunya untuk mengkaji kesiapan DOB di Papua yakni Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah mengikuti Pemilu 2024 dan Pilkada Serentak 2024.

Selain soal DOB di Papua, kata Andi, Lemhannas akan melakukan kajian khusus terkait eskalasi kekerasan di Papua. Ia menjelaskan pihaknya akan mulai mengkaji dari gejala kekerasan terlebih dahulu.

"Baru kemudian bergerak untuk mencari akar struktural-nya di Papua, apakah akar struktural-nya ditemukan di faktor sejarah, faktor identitas atau misalnya faktor distribusi kesejahteraan," katanya di Kantor Lemhannas pada 21 Desember 2022.

Papua menjadi salah satu fokus kajian strategis Lemhannas tahun 2023 selain tujuh topik lain yakni konsolidasi demokrasi, transformasi digital, ekonomi hijau, ekonomi biru, pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, krisis, dan geopolitik.

Sebelumnya, pada 4 April 2023, Lemhannas juga sempat menghadiri rapat tertutup dengan Komisi I DPR RI membahas berbagai macam kompleksitas permasalahan dan kajian-kajian di Papua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.