Melambungnya Inflasi Kendurkan Semangat Liburan Idul Fitri di Pakistan
📅 Jumat, 21 Apr 2023, 02:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Arif ALI
Hari libur yang menandai akhir bulan puasa Ramadan dulu merupakan jaminan peningkatan penghasilan bagi toko-toko dan bisnis kecil di Pakistan. Biasanya dalam sepekan banyak orang-orang berbelanja sehingga omzet pendapatan mereka bisa menyamai pendapatan hingga pengujung tahun ini.
Namun tahun ini, banyak yang khawatir mereka bahkan tidak akan menghasilkan cukup uang untuk membayar sewa bulanan mereka, dengan inflasi mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade dan gejolak politik membuat negara itu dalam ketidakpastian.
"Tidak ada pelanggan, tidak ada pembeli," kata Shehzad Ahmed, yang mengelola toko yang menjual tas, perhiasan, dan barang lainnya di kota timur Lahore.
Negara Asia selatan berpenduduk lebih dari 220 juta orang ini mengalami inflasi tahun-ke-tahun mencapai 35,4 persen di bulan Maret lalu. Harga makanan melonjak lebih dari 47 persen dalam 12 bulan, dengan biaya transportasi naik 55 persen.
Pakistan sangat terlilit utang dan perlu memperkenalkan reformasi secara tegas agar bisa menggelontorkan tahap bailout senilai 6,5 miliar dollar AS dari Dana Moneter Internasional untuk menghindari gagal bayar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perekonomian telah hancur oleh kesalahan manajemen keuangan dan ketidakstabilan politik selama bertahun-tahun dan situasi ini semakin diperburuk oleh krisis energi global dan banjir dahsyat yang membuat sepertiga negara terendam air tahun lalu.
Akhir Ramadan, Idul Fitri, dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia dengan berpesta bersama kerabat dan teman, bertukar hadiah, dan berdandan dengan pakaian dan sepatu baru. Namun, kesulitan ekonomi yang parah telah menimbulkan suasana suram di seluruh pasar di Pakistan yang biasanya ramai.
"Jumlah pembeli jauh lebih sedikit dibandingkan tahun lalu dan semua itu karena inflasi," kata pedagang Saif Ali kepada AFP.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu Sheikh Amir, yang menjalankan toko kecil yang menjual gelang kaca dan perhiasan imitasi, mengatakan dia biasanya bisa mendapatkan cukup uang selama Idul Fitri untuk setahun penuh.
"Akhir-akhir ini menjadi sangat sulit," kata Sheikh Amir. "Kami baru saja mengajukan mosi dengan harapan bahwa kami akan dapat menghasilkan cukup uang untuk membayar sewa toko kami," imbuh dia.
Distrik perbelanjaan besar di seluruh negeri biasanya mengalami lonjakan pendapatan dalam sepekan menjelang liburan. Sedangkan di pusat kota, pasar dan toko tetap buka hingga lewat tengah malam dan banyak dari mereka yang memberikan penawaran atau obral khusus untuk menarik pelanggan.
Lampu-lampu aneka warna berkelap-kelip menghiasi banyak bazar untuk menarik pelanggan, sementara pedagang kaki lima mendirikan kios yang menawarkan suguhan liburan spesial.
Namun tahun ini, semuanya telah melaporkan penurunan penjualan yang signifikan.
"Bisnis kami melambat," kata Ali, yang berharap bisa menjual ratusan selendang bordir menjelang Idul Fitri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!