Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pakaian Daur Ulang Jadi Tren, Tapi Kenapa Begitu Sulit Membuatnya

📅 Selasa, 18 Apr 2023, 13:42 WIB | Oleh: Tim Penulis

Perusahaan seperti BlockTexx dan Evrnu telah mengembangkan proses mendaur ulang serat dari kain campuran, meskipun serat daur ulang tersebut belum tersedia secara luas.

Dengan menggunakan teknologi, BlockTexx memisahkan selulosa ( yang ada dalam kapas dan linen) dan poliester dari limbah tekstil dan pakaian untuk penggunaan baru, termasuk dalam pakaian baru. Dan Evrnu telah mengembangkan sejenis lyocell yang seluruhnya terbuat dari limbah tekstil dan pakaian.

Perusahaan yang berbasis di Spanyol Recover dengan cermat memilah berbagai jenis limbah tekstil kapas untuk menghasilkan serat kapas berkualitas tinggi yang didaur ulang secara mekanis.

Ada juga daur ulang biologis. Limbah serat dari Rivcott cotton "gin" (atau mesin kapas) dikomposkan menjadi pupuk untuk tanaman kapas baru. Hal yang sama mungkin terjadi dengan serat alami dari pakaian usang, setelah pewarna dan bahan kimia yang berpotensi beracun telah dihilangkan.

Serat sintetis seperti poliester dan poliamida (nilon) juga dapat didaur ulang secara mekanis dan kimiawi. Daur ulang kimia melalui re-polimerisasi (di mana serat plastik dicairkan) merupakan pilihan yang menarik, karena kualitas serat asli dapat dipertahankan.

Secara teori dimungkinkan untuk menggunakan pakaian poliester sebagai bahannya. Namun dalam praktiknya sumbernya biasanya botol. Ini karena pakaian biasanya "tercemar" dengan bahan lain seperti kancing dan ritsleting, dan memisahkannya membutuhkan terlalu banyak tenaga.

Masalah plastik

Hampir semua poliester daur ulang dalam pakaian saat ini berasal dari botol plastik daur ulang, bukan pakaian poliester sebelumnya. Ini penting ketika kamu mempertimbangkan poliester menyumbang lebih dari 60% dari semua penggunaan serat.

Mengingat peningkatan pesat dalam produksi serat sintetis, dan dampak mikroplastik yang belum diketahui (yang didokumentasikan dalam plasenta manusia - pertanyaannya tetap apakah pakaian harus dibuat dari bahan yang tidak kompatibel secara biologis sama sekali.

Pakaian poliester, terlepas dari sumber seratnya, berkontribusi terhadap polusi mikroplastik dengan melepaskan serat saat dipakai dan dicuci.

Sebuah generasi baru serat sintetis dari sumber terbarukan (dapat didaur ulang dan dapat terurai) menawarkan solusi. Misalnya, serat Kintra terbuat dari jagung.

Reduce dan reuse sebelum kamu recycle

Ada banyak bukti bahwa mengurangi konsumsi pakaian dengan memakai barang lebih lama dan membeli barang bekas lebih baik daripada membeli pakaian serat daur ulang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

44 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.