Pakaian Daur Ulang Jadi Tren, Tapi Kenapa Begitu Sulit Membuatnya
📅 Selasa, 18 Apr 2023, 13:42 WIB | Oleh: Tim PenulisTetapi bahkan pakaian bekas bukan tanpa masalah ketika kamu mempertimbangkan skala dan kecepatan produksi pakaian saat ini.
Liz Ricketts dari OR Foundation yang berbasis di Amerika Serikat, sebuah badan amal yang berfokus pada mode berkelanjutan, menggambarkan gambaran yang mengerikan dari pasar Kantamanto di Ghana, di mana sebagian besar pakaian bekas dunia berakhir (termasuk dari Australia).
Satu jalan ke depan adalah bagi perusahaan untuk bertanggung jawab atas produk di akhir masa pakainya. Merek fesyen Amerika Eileen Fisher adalah pelopor dalam hal ini.
Perusahaan telah membeli kembali pakaian dari pelanggan sejak 2009. Pakaian tersebut dibersihkan dan disortir, dan sebagian besar dijual kembali dengan merek Eileen Fisher Renew.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pakaian yang terlalu rusak untuk dijual kembali diberikan kepada tim desain khusus, yang mendesain ulang pakaian tersebut untuk dijual di bawah koleksi Eileen Fisher Resewn. Hasil bahan dari proses ini dikumpulkan dan diubah menjadi tekstil untuk digunakan lebih lanjut.
Arina Apsarini dari Binus University menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris.![]()
Timo Rissanen, Associate professor, University of Technology Sydney
Sebaiknya Anda baca juga:
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!