Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masyarakat Kotawaringin Bangun Rumah Adat Betang

📅 Senin, 30 Jun 2025, 21:14 WIB | Oleh:
Masyarakat Kotawaringin Bangun Rumah Adat Betang Doc: TMII

SAMPIT - Masyarakat di Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mulai membangun betang atau rumah adat suku Dayak sebagai wujud nyata dalam pelestarian budaya yang ditargetkan selesai di tahun 2026.

“Inisiatif ini sangat bagus dalam rangka pelestarian budaya daerah, apalagi saat ini di Kotim hanya memiliki satu rumah betang yaitu Rumah Betang Tumbang Gagu di Kecamatan Antang Kalang yang umurnya sudah ratusan tahun,” kata Kepala Disbudpar Kotim Bima Ekawardhana di Sampit, Senin.

Ia menjelaskan, betang adalah rumah adat suku Dayak yang ada di Kalimantan. Rumah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat kehidupan sosial, budaya, dan spiritual bagi masyarakat Dayak.

Namun, sekarang betang sudah sangat jarang ditemukan karena beberapa faktor seperti perubahan gaya hidup masyarakat Dayak, kurangnya perawatan dan pemeliharaan, serta dampak modernisasi dan pembangunan.

Oleh karena itu, pihaknya menyambut gembira inisiatif masyarakat terutama tokoh adat di Kecamatan Tualan Hulu untuk membangun betang, karena dengan begitu masyarakat juga ikut andil dalam pelestarian budaya daerah.

“Jadi, pembangunan betang di Tualan Hulu ini memang keinginan masyarakat setempat, tujuannya untuk dijadikan tempat berkumpul para tokoh di sana atau ketika acara acara keagamaan, ritual adat dan sebagainya bisa menggunakan bangunan tersebut,” ujarnya.

Bima melanjutkan, tujuan masyarakat membangun betang itu pun sejalan dengan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Sebab, bagi masyarakat Dayak rumah betang merupakan simbol kuat dari semangat gotong-royong dan kebersamaan.

Hal ini juga mencerminkan keharmonisan masyarakat di Kotim yang walaupun berbeda agama, ras maupun suku tetapi tetap menjaga kebersamaan, solidaritas dan saling membantu.

Dengan makna yang mendalam dan ciri khas rumah betang di Tualan Hulu juga diharap bisa dikembangkan menjadi salah satu objek wisata di Kotim, seperti Rumah Betang Tumbang Gagu yang mampu mempesona wisatawan dari berbagai negara.

“Karena betang itu simbol warisan budaya, jadi kami berharap ke depannya itu bisa dikembangkan untuk tempat wisata dan ini juga dapat membawa manfaat bagi masyarakat setempat,” ucapnya.

Ia menambahkan, betang di Tualan Hulu tidak termasuk aset pemerintah daerah, karena bangunan itu dibangun oleh masyarakat, kendati demikian, pemerintah daerah tetap membantu untuk anggaran pembangunannya.

Dia juga mendorong perusahaan besar swasta (PBS) yang beroperasi di wilayah setempat turut berkontribusi dalam pembangunan betang yang ditargetkan rampung pada 2026.

Terpisah, Kepala Panitia Pembangunan Betang di Tualan Hulu Anggau menyampaikan dana awal pembangunan Betang diperoleh dari bantuan pemerintah serta kontribusi para pengusaha.

Tepatnya, pembangunan betang ini dilaksanakan di Desa Luwuk Sampit Kecamatan Tualan Hulu. Sebelumnya, pada Sabtu (28/6), pihaknya telah melaksanakan pemasangan tiang utama sebagai tanda dimulainya pembangunan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Nasional
MTQ Nasional XXXI Dibuka, M...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.