Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKKBN: Pemda Perlu Gerak Cepat Belanjakan Makanan Tambahan Balita

📅 Minggu, 16 Apr 2023, 16:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
BKKBN: Pemda Perlu Gerak Cepat Belanjakan Makanan Tambahan Balita Doc: Antara
Ket. Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy

Jakarta - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meminta seluruh jajaran pemerintah daerah (Pemda) untuk bergerak cepat membelanjakan makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita untuk percepatan penurunan stunting di Indonesia.

"Segera serap dan belanjakan anggaran dana yang sudah dialokasikan untuk percepatan penurunan stunting. Saya khawatir kalau belanjanya di bulan Agustus, akan bertepatan dengan diukurnya balita stunting yang juga diselenggarakan pada bulan Agustus, jadi kalau sampai hari ini misalkan belum belanja (bahaya)," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (16/4).

Dalam roadshow daring percepatan penurunan stunting bersama Kemenko PMK pada Jumat (14/4), Hasto meminta agar pemda menggunakan data yang dimiliki BKKBN, karena sudah tersusun secaraby name by adressagar intervensi percepatan penurunan stunting tepat sasaran.

Sebab, masih ada beberapa provinsi yang angka prevalensinya melebihi angka nasional yang kini menjadi 21,6 persen berdasarkan SSGI 2022. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung misalnya, yang memiliki angka prevalensi 18,5 persen, dikhawatirkan bisa kembali naik, karena masih adanya penduduk miskin di sana meski berdasarkan data BPS tahun 2022 angkanya tinggal 0,82 persen.

Menko PMK, Muhadjir Effendy menyetujui bila pemda harus menggunakan dana desa sebaik mungkin untuk penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.

Menurutnya, penanganan stunting atau kemiskinan ekstrem sangat ditentukan dari bagaimana kepala desa betul-betul bisa mengelola dana desanya untuk menangani dua hal tersebut, selain ketahanan pangan.

Muhadjir juga mengimbau pemda agar menjaga kerja sama yang baik dengan para ASN, TNI/Polri dan perusahaan-perusahaan swasta di Bangka Belitung untuk menjadi Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS).

"Kemudian, melibatkan perusahaan. Tadi saya belum dengar ada satu pun kabupaten atau kota yang telah melibatkan perusahaan yang ada di sekitarnya. Perusahaan diwajibkan untuk mengampu menjadi perusahaan pengasuh stunting," ujar Muhadjir.

Pj Gubernur Babel Suganda Pandapotan Pasaribu membeberkan tantangan dalam penanganan stunting, antara lain masih terbatasnya kapasitas pelaksana program, kualitas, pengelolaan dan penggunaan data, dan belum selarasnya indikator dan target dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 dengan indikator dan target kementerian/lembaga.

Namun, pemerintah terus berinovasi. Di Kota Pangkal Pinang misalnya, pemerintah setempat berusaha mencegah bayi stunting dengan meluncurkan inovasi berupa program Pelita Stunting (Peduli Ibu Bayi dan Balita Atas Stunting), di Kabupaten Belitung ada Ambong (Asistensi dan Asupan Makanan Tambahan untuk Balita dan Ibu Mengandung), dan Kabupaten Bangka Tengah dengan inovasi Hidropenting (Hidroponik Peduli Stunting).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.