Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lula da Silva: AS Harus Berhenti Bantu Perang di Ukraina

📅 Sabtu, 15 Apr 2023, 11:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lula da Silva: AS Harus Berhenti Bantu Perang di Ukraina Doc: AP
Ket. Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva berbicara selama kunjungannya ke Komando Angkatan Laut Brasil, di Brasilia, Brasil, Rabu, 15 Maret 2023.

BEIJING - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan, Sabtu (15/4), Amerika Serikat harus berhenti "mendorong perang" di Ukraina "dan mulai berbicara tentang perdamaian".

"Amerika Serikat perlu berhenti mendorong perang dan mulai berbicara tentang perdamaian, Uni Eropa perlu mulai berbicara tentang perdamaian," kata Lula kepada wartawan di Beijing pada akhir kunjungan ke Tiongkok di mana dia bertemu dengan Presiden Xi Jinping.

Dengan cara itu, masyarakat internasional akan dapat "meyakinkan" Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Ukraina Volodymyr Zelensky bahwa "perdamaian adalah kepentingan seluruh dunia," katanya sebelum berangkat ke Uni Emirat Arab.

Kunjungan Lula ke Tiongkok, mitra dagang utama Brasil, difokuskan untuk memperkuat hubungan dan menyebarkan pesan bahwa "Brasil telah kembali" sebagai pemain kunci di panggung global.

Dia melakukan aksi penyeimbangan yang rumit karena dia juga mencari hubungan yang lebih dekat dengan Washington.Kunjungannya, yang mencakup agenda ekonomi di Shanghai dan agenda politik di Beijing, dilakukan setelah pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden pada Februari.

Tidak seperti kekuatan Barat, baik Tiongkok maupun Brasil tidak menjatuhkan sanksi terhadap Rusia setelah invasi Moskow ke Ukraina. Keduanya berusaha memposisikan diri sebagai mediator untuk mencapai perdamaian.

Sebelum kunjungan itu, Lula telah mengusulkan pembentukan kelompok negara untuk menengahi perang, dan ia mengatakan akan membahasnya di Beijing.

Ditanya tentang perkembangan inisiatif ini setelah bertemu Xi, Lula tidak menjelaskan secara detail.

"Penting untuk memiliki kesabaran" untuk berbicara dengan Putin dan Zelensky, katanya.

"Tapi yang terpenting, (kita) perlu meyakinkan negara-negara yang memasok senjata, mendorong perang, untuk berhenti".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

34 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.