Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dokumen Intelejen AS: Kelompok Tentara Bayaran Wagner Rusia Mencoba Membeli Senjata Anggota NATO

📅 Sabtu, 15 Apr 2023, 00:01 WIB | Oleh:

Pemerintah Turki telah menyatakan penentangannya terhadap invasi Rusia ke Ukraina. Namun, tidak seperti banyak sekutu NATO, ia mempertahankan hubungan dekat dengan pemerintah di Moskow.

Kadang-kadang, pemerintah Turki menggunakan hubungan itu untuk mendorong pemerintah Rusia mengakhiri perang, termasuk pekan lalu, ketika Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavasoglu bertemu dengan mitranya dari Rusia, Sergey Lavrov di Ankara.

Pemerintah Turki menjabat sebagai salah satu perantara kesepakatan untuk mengizinkan biji-bijian Ukraina transit dengan aman melalui Laut Hitam tanpa ancaman Rusia.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, sebelumnya telah memposisikan dirinya sebagai perantara dalam konflik Rusia-Ukraina. Pada Januari, Erdogan mengadakan panggilan telepon terpisah dengan Putin dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Dia mengatakan kepada Zelensky bahwa Turki siap untuk melakukan peran mediator dan fasilitator untuk perdamaian abadi antara kedua negara dan bahwa Turki dapat memfasilitasi upaya diplomatik mengenai pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia.

Dalam teleponnya dengan Putin, Erdogan mengatakan kepadanya bahwa seruan untuk perdamaian dan negosiasi harus didukung oleh deklarasi gencatan senjata sepihak dan visi "solusi yang adil".

Putin, menurut pernyataan Kremlin, mengatakan kepada Erdogan bahwa Moskow tetap terbuka untuk "dialog serius," tetapi Kyiv harus menerima "realitas teritorial baru".

Dokumen Pentagon itu juga menunjukkan, AS pesimis Ukraina dapat dengan cepat mengakhiri perang melawan Rusia.
Perwakilan dari Grup Wagner disebut telah bertemu dengan kontak Turki mereka hanya satu bulan setelah panggilan telepon Erdogan dengan Putin dan Zelensky terjadi.

Direktur CIA, Bill Burns, mengatakan, pada Selasa bahwa badan intelijennya menilai bahwa Putin tidak serius tentang negosiasi pada tahap perang di Ukraina ini dan "kemajuan Ukraina di medan perang yang kemungkinan besar akan membentuk prospek diplomasi" untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.

Berbicara di depan umum untuk pertama kalinya sejak dokumen rahasia militer AS yang bocor muncul secara online, dia memberikan sudut pandang pesimistis tentang perang dan memprediksi kebuntuan di masa mendatang.

Burns menekankan pentingnya serangan terencana Ukraina.

"Banyak sekali dipertaruhkan dalam beberapa bulan mendatang," ujar dia.

Dokumen lain yang diperoleh CNN mengutip sinyal intelijen bahwa perusahaan Turki membantu penghindaran sanksi untuk sekutu utama Putin lainnya: Belarusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

43 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

49 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.