Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Teknologi Memperluas Veganisme dan Gaya Hidup Ramah Iklim

📅 Minggu, 09 Apr 2023, 10:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Teknologi Memperluas Veganisme dan Gaya Hidup Ramah Iklim Doc: istimewa
Ket. Ilustrasi cultured meat atau daging yang dibudidayakan, daging yang diproduksi dengan menumbuhkan sel otot hewan dalam media kultur.

Tatas Hardo Panintingjati Brotosudarmo, Universitas Ciputra

Seiring waktu, semakin banyak penduduk yang beralih status menjadi vegan. Kelompok ini hanya mengonsumsi makanan berbasis nabati, dan tidak memakan daging hewani beserta turunannya, termasuk produk berbasis susu.

Komunitas vegan Indonesia yang bergabung dalam Vegan Society of Indonesia (VSI) mencatat, penganut veganisme di tanah air mendekati 10% dari total penduduk atau sekitar 27 juta orang pada 2021.

Jumlah restoran vegan di Indonesia juga semakin banyak: dari sekitar 50 restoran di tahun 1998, menjadi lebih dari 1000 restoran pada 2017. Sedangkan menurut Unilever Food Solution (UFS), jumlah konsumsi akan pangan nabati meningkat, khususnya di tengah pandemi COVID-19. Sebab, melalui surveinya, UFS menemukan bahwa 62% masyarakat Indonesia kian aktif membeli sayur dan buah sebagai pilihan diet mereka.

Namun, pertanyaan yang kerap muncul terkait tren ini adalah, apakah makanan berbasis nabati mampu mencukupi kebutuhan protein, asam amino dan nutrisi lain yang penting untuk tubuh kita?

Untungnya, inovasi teknologi dapat menjawab keraguan ini. Teknologi memungkinkan kita untuk mempertahankan - bahkan meningkatkan - kandungan nutrisi yang ada dalam makanan berbasis nabati, untuk memperkuat motivasi orang-orang beralih ke pola makan yang minim produk hewani.

Pentingnya mempertahankan protein

Produk pangan yang bersumber dari hewani, seperti daging, susu, dan telur dikenal memiliki kandungan protein yang lengkap, atau mencukupi kebutuhan sembilan asam amino tubuh manusia setiap hari.

Protein menjadi kebutuhan nutrisi utama karena memasok sekitar 15-20% pasokan energi untuk tubuh kita.

Sedangkan pada pangan berbasis nabati dianggap tidak memenuhi kebutuhan tersebut. Hasil riset melalui penelusuran literatur melaporkan bahwa asupan protein yang tidak mencukupi dari diet vegetarian dapat terjadi jika diet tidak dikombinasi dengan pangan nabati kaya protein seperti kacang-kacangan dan biji-bijian.

Inilah yang menjadi tantangan. Meski dilengkapi protein, produk berbasis nabati masih belum memiliki asupan yang setara dibanding produk berbasis nabati. Selain itu, proses produksi produk pangan plant-based malah sering menyebabkan perubahan struktur (denaturasi) protein, dan perubahan fungsi protein (agregasi), dan juga bisa berujung pada penurunan kemampuannya memasok nutrisi.

Upaya mengatasi persoalan ini sangat diperlukan untuk memperkuat strategi produksi protein agar kebutuhan nutrisi bagi 9 miliar orang dapat terpenuhi pada 2050. Strategi ini pun harus dilaksanakan dengan cara yang ramah lingkungan dan terjangkau bagi kelompok-kelompok rentan.

Teknologi kini dan masa depan

Sejumlah teknologi telah dikembangkan untuk mempertahankan kandungan protein dan fungsionalitas nutrisi dari produk pangan berbasis nabati. Misalnya, teknologi kering beku (freeze-drying) telah digunakan dalam skala industri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Rudal Iran Hantam Dua Kapal...
Megapolitan
Sudin SDA Perbaiki Tanggul ...
Indonesia Bisa Lolos Middle Income Trap, Berikut Kuncinya dari Pakar UI

Indonesia Bisa Lolos Middle Income Trap, Berikut Kuncinya dari Pakar UI

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.