Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada Cuaca Ekstrem Akibat Gelombang Rossby di NTT

📅 Rabu, 05 Apr 2023, 19:25 WIB | Oleh:
Waspada Cuaca Ekstrem Akibat Gelombang Rossby di NTT Doc: ANTARA/Aloysius Lewokeda
Ket. Ilustrasi - Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kota Kupang, NTT.

KUPANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga agar mewaspadai hujan sedang hingga deras yang berpeluang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat aktifnya gelombang equatorial Rossby di provinsi setempat

"Terdapat belokan dan pertemuan angin di NTT dan aktifnya gelombang equatorial Rossby yang mempengaruhi cuaca NTT berupa potensi hujan sedang hingga deras," kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang BMKG Agung Sudiono Abadi di Kupang, Rabu.

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan peringatan dini cuaca di wilayah NTT yang berlaku 5-6 April.

Agung menjelaskan potensi hujan sedang hingga deras didukung pula dengan suhu permukaan laut yang cukup hangat, kelembaban yang cukup basah, serta labilitas lokal yang kuat.

Ia menyebutkan sejumlah daerah yang berpotensi terdampak cuaca antara lain Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Belu, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya.

Selain itu Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, dan Lembata.

Agung mengimbau warga di wilayah-wilayah berpotensi terdampak hujan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor.

"Potensi hujan sedang hingga deras juga dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat sehingga perlu diwaspadai warga juga," katanya.

Warga yang tinggal di wilayah dengan topografi curam atau tebing, kata dia, patut lebih waspada dan memastikan bisa segera mengevakuasi diri secara mandiri ke tempat yang aman ketika terjadi hujan dengan durasi waktu lebih dari satu jam serta jarak pandang objek sekitar 30 meter tidak lagi terlihat dengan jelas.

Agung juga menyarankan warga agar terus mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG untuk mengantisipasi potensi ancaman bencana dengan melakukan langkah mitigasi yang diperlukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Luar Negeri
Asap Makin Parah! Raja Mala...
Advertisement
Kemenhub : Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

Kemenhub : Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.