Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berita Gembira, Ternyata Ini Penyebab dari Harga Emas Menguat

📅 Selasa, 04 Apr 2023, 06:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berita Gembira, Ternyata Ini Penyebab dari Harga Emas Menguat Doc: ANTARA/REUTERS
Ket. Ilustrasi - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menetap lebih tinggi pada akhir perdagangan.

Chicago - Berita gembira, harga emas menguat menembus level psikologis 2.000 dolar AS pada akhir perdagangan, Senin (Selasa pagi WIB), bangkit dari penurunan akhir pekan lalu, karena dolar AS tergelincir setelah data manufaktur AS lebih lemah dari yang diperkirakan, membuat logam kuning dalam denominasigreenbacklebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terangkat 14,20 dolar AS atau 0,71 persen menjadi ditutup pada 2.000,40 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 2.008,00 dolar AS dan terendah di 1.965,90 dolar AS.

Emas berjangka tergelincir 11,50 dolar AS atau 0,58 persen menjadi 1.986,20 dolar AS pada Jumat (31/3/2023), setelah terangkat 13,20 dolar AS atau 0,67 persen menjadi 1.997,70 dolar AS pada Kamis (30/3/2023), dan merosot 5,90 dolar AS atau 0,30 persen menjadi 1.984,50 dolar AS pada Rabu (29/3/2023).

Dolar AS jatuh pada perdagangan Senin (3/4/2023), dengan indeks dolar, yang mengukurgreenbackterhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,41 persen menjadi 102,0933 pada pukul 15.00 waktu setempat (19.00 GMT).

Data ekonomi yang dirilis pada Senin (3/4/2023) semakin mendukung emas. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Global AS yang disesuaikan secara musiman membukukan 49,2 pada Maret, naik dari 47,3 pada Februari dan secara umum sejalan dengan perkiraan "flash" yang dirilis sebelumnya sebesar 49,3.

Indeks manufaktur Institute for Supply Management (ISM) untuk Maret berada di 46,3, turun dari angka 47,7 pada Februari dan lebih rendah dari 47,5 yang diproyeksikan oleh para ekonom.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pengeluaran konstruksi AS pada Februari 2023 diperkirakan pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 1.844,1 miliar dolar AS, 0,1 persen di bawah perkiraan Januari yang direvisi sebesar 1.845,4 miliar dolar AS.

Ini adalah momen yang menggembirakan bagi emas setelah dua kuartal berturut-turut naik 9,0 persen karena krisis perbankan AS pada Maret mendorong lebih banyak investor menujusafe haven.

Sementara banyak yang bertaruh bahwa emas akan melonjak di atas 2.100 dolar AS di beberapa titik dalam waktu dekat untuk menetapkan tertinggi sepanjang masa, setelah hari ini kembali ke level 2.000 dolar AS lebih cepat dari yang diperkirakan.

"Emas naik setelah OPEC+ memberikan kejutan lain pada prospek keuangan global," kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 13,50 sen atau 0,56 persen, menjadi ditutup pada 24,021 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli merosot 6,70 dolar AS atau 0,67 persen, menjadi menetap pada 996,40 dolar AS per ounce.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.