Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Kolaborasi untuk Mengatasinya, Gubernur Kaltim Ingatkan Perencanaan IKN Pertimbangkan Masalah Sosial

📅 Senin, 03 Apr 2023, 05:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Kolaborasi untuk Mengatasinya, Gubernur Kaltim Ingatkan Perencanaan IKN Pertimbangkan Masalah Sosial Doc: Antara/Biro Adpim Pemprov Kaltim
Ket. Gubernur Kaltim Isran Noor.

Samarinda - Perkuat kolaborasi untuk mengatasinya. Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengingatkan perencanaan Ibu Kota Nusantara ( IKN) tidak mengabaikan potensi masalah sosial jangka panjang.

"Saya minta para perencana IKN tidak melupakan potensi masalah-masalah sosial di masa depan. Jangan sampai terulang membangun ibu kota negara, tapi terjadi jomplang dengan kawasan sekitarnya," tegas Gubernur Isran Noor di Samarinda, Minggu.

Seperti semangat awalnya, kata Gubernur, IKN dibangun untuk mengubah konsep pembangunan yang Jawa sentris, menjadi Indonesia sentris. Pembangunan yang lebih merata berkeadilan untuk seluruh wilayah Indonesia.

Tapi, kata Gubernur, rencana ideal itu tidak akan bersesuaian dengan kenyataan, jika perencanaan IKN tidak secara cermat menghitung masalah-masalah sosial jangka panjang.

"Memang tidak ada yang namanya perubahan besar yang tidak ada masalah. Pasti ada. Tapi bagaimana kita menyiapkan solusi dan menghadapinya dengan tenang. Saya yakin perubahan besar dari IKN ini sangat mulia dan sangat baik untuk Indonesia," kata Gubernur.

Sebelumnya Guru Besar Universitas Airlangga Prof Bagong Suyanto mengingatkan pemerintah agar sungguh-sungguh memiliki empati terhadap isu besar pemindahan ibu kota negara.

Sebab jangan sampai ibu kota baru yang dibangun dengan konsep yang baik disertai bangunan megah, modern, alami dan berkelanjutan, tapi tidak diikuti pengisian aparatur pemerintah yang memiliki empati tinggi kepada rakyat.

"Sekarang saja, korupsi masih banyak terjadi di kementerian-kementerian. Terbaru heboh Rp349 triliun pencucian uang di Kementerian Keuangan, dan baru diketahui setelah sekian lama. Jika yang pindah ke bangunan-bangunan baru IKN itu orang-orang dengan mindset yang sama, pertanyaannya pemindahan IKN ini lantas untuk siapa? Siapa yang diuntungkan? Saya kira ini akan menimbulkan masalah sosial baru, jika mindset aparaturnya masih seperti ini," kritik Bagong Suyanto.

Karena itu, IKN harus benar-benar diisi oleh aparatur di semua tingkatan yang memiliki empati tinggi kepada rakyat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.