Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok akan Periksa Produk Chip Buatan AS demi Keamanan Nasional

📅 Sabtu, 01 Apr 2023, 11:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok akan Periksa Produk Chip Buatan AS demi Keamanan Nasional Doc: CNA/Micron Technology via REUTERS
Ket. Solusi memori grafis Micron GDDR6X dalam gambar handout 12 April 2022 ini.

BEIJING - Regulator dunia maya Tiongkok akan melakukan tinjauan keamanan siber terhadap produk yang dijual produsen chip memori perusahaan AS, Micron.

Langkah ditujukan untuk melindungi keamanan rantai pasokan untuk infrastruktur informasi penting, mencegah risiko tersembunyi, dan menjaga keamanan nasional, kata Cyberspace Administration of China (CAC) dalam sebuah pernyataan singkat, Jumat (31/3).

Namun CAC tidak memberikan rincian lain, termasuk produk Micron mana yang sedang ditinjau.

Dalam sebuah pernyataan kepada Reuters, Micron mengaku mengetahui pengumuman tersebut dan "berkomunikasi dengan CAC dan bekerja sama sepenuhnya." Dikatakan, Micron mendukung keamanan produk dan komitmennya kepada pelanggan.

AS telah memberlakukan serangkaian kontrol ekspor pada teknologi pembuatan chip ke Tiongkok karena khawatir dapat digunakan untuk memproduksi chip untuk aplikasi seperti kecerdasan buatan (AI) yang dapat digunakan oleh militer Tiongkok, dan memasukkan sejumlah perusahaan chip terbesar Tiongkok , termasuk saingan Micron, Yangtze Memory Technologies Co Ltd., ke dalam daftar hitam.

Micron, salah satu pembuat chip memori terbesar di dunia, tidak segera menanggapi permintaan komentar. Saham perusahaan itu turun 3 persen menjadi 61,15 dolar AS pada Jumat.

"Tindakan hukuman terhadap Micron dapat menunjukkan pergeseran yang lebih luas dalam kebijakan Tiongkok dengan vendor AS lainnya dengan eksposur Tiongkok yang besar sekarang, berpotensi berisiko terhadap tindakan serupa," kata analis Wedbush Securities, Matthew Bryson.

Pada hari Jumat, Jepang mengumumkan akan menyelaraskan kontrol perdagangan teknologinya dengan dorongan AS untuk mengekang kemampuan Tiongkok membuat chip canggih. Belanda, yang membuat peralatan litografi canggih untuk pembuatan chip canggih, membuat pengumuman serupa awal bulan ini.

Anjloknya permintaan konsumen telah mengguncang pasar chip memori yang didominasi oleh Samsung Electronics Korea Selatan.

Micron memperoleh sekitar 10 persen dari pendapatannya dari Tiongkok, tetapi tidak jelas apakah peninjauan tersebut akan mempengaruhi penjualan perusahaan kepada pelanggan non-Tiongkok di negara tersebut.

Sebagian besar produk perusahaan yang mengalir ke Tiongkok dibeli oleh perusahaan non- Tiongkok untuk digunakan dalam produk yang diproduksi di negara tersebut, menurut analis.

Micron memiliki kantor di Shanghai dan Shenzhen, serta fasilitas pengemasan chip di kota Xian.Pada awal 2022, perusahaan mengumumkan akan menutup operasi desain DRAM di Shanghai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Olahraga
Kalah dari Persija, Pelatih...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.