Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Intip Burung Maleo di TN Bogani Nani Wartabone

📅 Sabtu, 01 Apr 2023, 06:30 WIB | Oleh:

Untuk memberikan layanan bagi wisatawan minat khusus, pengelolaan Sanctuary Maleo saat ini juga telah mencoba berkolaborasi dengan kelompok masyarakat yang ada di sekitar lokasi. Mereka mengembangkan paket wisata andalan dengan nama Foster Parent.

Paket wisata Foster Parent atau orang tua asuh maleo merupakan salah satu upaya yang dilakukan Balai TNBNW untuk mengajak lebih banyak pihak, khususnya masyarakat baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk mau peduli dan ikut berperan serta pelestarian maleo.

Dalam pelaksanaannya, program Orang Tua Asuh Maleo ini akan dikelola oleh kelompok masyarakat yang sudah dibentuk oleh Balai TNBNW untuk mengelola wisata di Sanctuary Maleo.

Program orang tua asuh maleo secara resmi diluncurkan pada 20 Juli 2018 pada acara peresmian dilakukan oleh Dirjen KSDAE di lokasi Sanctuary Tambun. Sebagai orang tua asuh maleo pertama adalah Ir Wiratno, MSc (Dirjen KSDAE), Dr H Hamim Pou, S Kom., MH (Bupati Bone Bolango) dan Dra Hj Yasti Soepredjo (Bupati Bolaang Mongondow).

Setiap masyarakat yang menjadi orang tua asuh maleo dapat mengikuti rangkaian kegiatan dalam rangka program orang tua asuh maleo, antara lain Amati, Cari dan Gali, Timbun Kembali, Menanti, Lepas Lagi dan Donasi.

Amati adalah aktivitas mengamati dilakukan pada waktu maleo akan bertelur, yakni sekitar pukul 05.00 sampai pukul 10.00 WITA. Pada lokasi atau menara-menara pengintai yang telah disediakan. Dengan demikian, bagi masyarakat yang berniat menjadi orang tua asuh maleo disarankan untuk menginap di homestay yang sudah disiapkan kelompok masyarakat maupun di guest house yang ada di Sanctuary Maleo Tambun.

Cari dan Gali dan gali berupa mengamati kedatangan pasangan maleo yang akan bertelur di lokasi peneluran. Selanjutnya orang tua asuh dapat mengikuti petugas taman nasional untuk mencari dan menggali telur-telur maleo di dalam lubang peneluran.

Timbun Kembali dilakukan setelah berhasil memperoleh telur maleo dari lubang peneluran. Selanjutnya harus memindahkannya ke dalam bak penetasan semi alami (hatchery). Tujuan dari penimbunan kembali ini adalah untuk menetaskan telur maleo dengan kondisi yang lebih aman dari gangguan predator.

Menanti adalah masa inkubasi telur maleo adalah selama kurang lebih 60-80 hari. Selama masa inkubasi sampai pada hari menetasnya telur asuhnya, petugas akan memberikan kabar kepada orang tua asuh dalam bentuk laporan singkat dan dokumentasi dalam bentuk foto atau video.

Lepaskan lagi dilakukan setelah telur menetas, petugas akan menawarkan kepada orang tua asuh maleo untuk ikut melepasliarkan anakan maleo asuhannya atau cukup dengan hanya mewakilkan kepada petugas. Anakan maleo yang menetas tersebut akan dilepasliarkan kembali ke dalam hutan TNBNW.

"Bagi orang tua asuh yang tidak bisa mengikuti proses pelepasliaran anakan maleo asuhannya, maka petugas akan membuatkan dokumentasi dalam bentuk foto atau rilis video dan mengirimkannya kepada orang tua asuh tersebut," tulis laman tersebut.

Donasi dilakukan bagi masyarakat yang berminat untuk menjadi orang tua asuh maleo. Mereka berkewajiban membayar sejumlah uang sebagai donasi untuk konservasi maleo. Besarnya donasi tersebut ditetapkan oleh kelompok masyarakat yang menjadi pengelola Sanctuary Maleo. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.