Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PM Singapura: Pengelompokan Regional Akan Memperkuat Negara Asia

📅 Jumat, 31 Mar 2023, 00:02 WIB | Oleh:
PM Singapura: Pengelompokan Regional Akan Memperkuat Negara Asia Doc: KENZO TRIBOUILLARD/AFP
Ket. Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong

BOAO - Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, pada Kamis (30/1), mengatakan dalam lingkungan global yang bermasalah dengan perselisihan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok di banyak bidang, negara-negara di Asia perlu mendekat dan bekerja sama dan dengan mitra eksternal.

Dikutip dari The Straits Times, Lee mengatakan mereka harus membangun "jaring kerja sama dan saling ketergantungan yang erat, daripada model hub and spokes" yang akan membuat kawasan ini lebih kuat dan lebih tangguh.

Menurutnya, itu termasuk pengelompokan regional, yang tidak saling eksklusif, tetapi memiliki keanggotaan yang bervariasi dan sering tumpang tindih satu sama lain.

"Tidak setiap negara perlu berada di setiap kelompok," kata Lee.

"Namun secara kolektif, kelompok-kelompok yang berbeda membangun jaringan kerja sama yang tangguh dan saling terkait di antara negara-negara di Asia. Pada saat yang sama, pengelompokan regional ini memperdalam hubungan antara Asia dan seluruh dunia. Dan ini memberi mitra eksternal kami pertaruhan dalam perdamaian dan kemakmuran Asia," ujar dia.

Lee berbicara di Forum Boao tahunan untuk Asia, yang digambarkan sebagai "Asian Davos", tempat para pemimpin dunia dan perusahaan berkumpul untuk membahas berbagai topik termasuk ekonomi digital dan keamanan.

Kehadiran pemimpin Singapura pada konferensi di pulau selatan Hainan ini merupakan bagian dari kunjungan resminya selama satu minggu ke Tiongkok atas undangan Perdana Menteri Li Qiang, yang menyampaikan pidato utama.

Lee, yang terakhir berbicara di Forum Boao pada tahun 2018, ketika Presiden Xi Jinping juga hadir, mengutip Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/Asean) sebagai contoh utama konektivitas, dengan mengatakan hal itu membantu memulai perjanjian perdagangan bebas terbesar di dunia, Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional, yang memasukkan Tiongkok di antara 15 anggotanya.

"Mekanisme seperti KTT Asia Timur, Asean Plus Three dan Forum Regional Asean juga telah menyatukan para pemain utama dan menawarkan platform netral untuk dialog dan keterlibatan yang produktif," katanya.

Kemudian, ada pengelompokan regional pelengkap lainnya, seperti Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership/CPTPP), Kerangka Kerja Ekonomi Indo-Pasifik yang diprakarsai oleh AS, dan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Digital (Digital Economy Partnership/Depa).

Tiongkok bukan anggotanya, meskipun telah mengajukan permohonan untuk bergabung dengan CPTPP dan Depa.

Menyerukan agar kawasan memperkuat hubungannya dengan Tiongkok pada saat yang sama, Lee mengatakan bahwa kerja sama ekonomi antara Tiongkok dan tetangga Asianya akan lebih kuat jika didukung oleh hubungan yang stabil dan lebih luas yang akan mendorong rasa saling percaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.