4 Ciri-ciri Rekan Kerja Toxic yang Bisa Merugikan Anda
📅 Jumat, 31 Mar 2023, 12:33 WIB | Oleh: Suliana
Doc: Freepik/KamranAydinov
Pernahkah Anda bertemu dengan rekan kerja yang memiliki perilaku atau sikap yang merugikan, kerap memicu konflik, atau menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat? Mereka inilah yang kerap disebut sebagai rekan kerja beracun atau toxic.
Rekan kerja yang toxic sering mempersulit Anda untuk melakukan pekerjaan Anda dan lingkungan organisasi itu sendiri. Seringkali, rekan kerja seperti ini tidak mau berkolaborasi, tidak mendengarkan, dan gemar membicarakan orang lain.
Rekan kerja beracun seringkali sulit bekerja sama dengan orang lain dan cenderung menimbulkan situasi ketika ada konflik. Dalam beberapa kasus, mereka juga cenderung merasa lebih pintar atau lebih baik dari orang lain, dan tidak mau menerima kritik atau masukan.
Jika menemui kegagalan, rekan kerja yang toxic akan menyalahkan orang lain atas kesalahan atau masalah yang terjadi tanpa mempertimbangkan kontribusi mereka sendiri.
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan seseorang menjadi rekan kerja toxic. Beberapa di antaranya berakar dari rasa tidak puas atas kinerja, posisi, gaji, atau pengalaman pribadi mereka sendiri, yang membuat mereka kerap mencela budaya tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rekan kerja yang toxic mungkin tidak memiliki keterampilan interpersonal yang cukup baik, seperti kemampuan untuk mendengarkan, berkomunikasi, atau bekerja sama dengan orang lain, yang dapat menyebabkan konflik dan ketegangan di tempat kerja.
Budaya kerja yang sangat kompetitif dan individualistis juga bisa menyebabkan rekan kerja menjadi toxic.
Rekan kerja yang toxic bisa sangat berdampak negatif bagi perusahaan. Tempat kerja akan mengalami penurunan produktivitas, keterlibatan, pengambilan risiko, dan kreativitas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara beberapa rekan kerja terkadang menyebalkan, yang lain benar-benar bersifat toxic. Melansir The Muse, berikut adalah empat ciri-ciri rekan kerja toxic yang umum Anda temui di tempat kerja:
1. Selalu Mengeluh
Rekan kerja yang toxic tidak akan pernah berhenti mengeluh. Mereka bahkan akan mengeluh tentang hal kecil sekalipun. Terlebih, rekan kerja toxic hanya mengeluh untuk meluapkan perasaan negatifnya tanpa benar-benar berniat memperbaiki situasi. Dengan kata lain, mereka hanya mengeluh tanpa mengambil langkah untuk menyampaikan kekhawatiran mereka kepada atasan mereka. Rekan kerja seperti ini bisa membuat frustasi karena sikap negatif mereka mungkin menular dan memengaruhi perasaan Anda tentang tempat kerja.
2. Tukang Gosip
Banyak dari kita bergosip tentang kolega kita saat kita berada di luar kantor atau selama happy hour. Tetapi seorang rekan kerja yang toxic berpotensi merusak kinerja tim karena mereka mungkin menyebarkan desas-desus tentang kolega mereka.
Umumnya, orang yang termasuk dalam tipe rekan kerja toxic yang kerap menggosip mungkin merasa tidak aman dengan kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Mereka lantas menganggap gosip membantu mereka menjalin ikatan dengan rekan kerja, atau mencoba mencari perhatian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!