Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Konektivitas Antarwilayah, Presiden Sampaikan Kereta Trans Sulawesi Akan Sampai ke Manado

📅 Kamis, 30 Mar 2023, 22:22 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Konektivitas Antarwilayah, Presiden Sampaikan Kereta Trans Sulawesi Akan Sampai ke Manado Doc: Istimewa
Ket. Presiden Joko Widodo saat meresmikan Depo Maros yang mendukung Kereta Api Makassar-Parepare

JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui kota-kota besar di Indonesia terlambat membangun angkutan transportasi massal seperti kereta api. Jakarta sekalipun yang gencar membangun infrastruktur kereta api tetap terlambat membangun sekitar 30 tahun.

"Kita ini terlambat dalam membangun transportasi massal, padahal itu hal yang sangat basic yang akan menghubungkan antar kota dan kabupaten provinsi," kata Presiden saat meresmikan Depo Maros yang dilintasi Kereta Api jalur Makassar - Parepare di Kabupaten Maros, baru-baru ini.

Dengan ketersediaan alat transportasi massal, Presiden berharap masyarakat tidak berbondong-bondong membeli kendaraan pribadi yang menimbulkan kemacetan.

"Pada tahap awal baru jalur Makassar ke Pare-Pare, namun kereta api trans Sulawesi ini akan sampai ke Manado, Sulawesi Utara," kata Presiden.

Pakar transportasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Putu Rudy Setiawan, membenarkan pernyataan Presiden Jokowi. Selama ini, fokus pemerintah memang lebih mengarah kepada pengembangan sarana transportasi pribadi.

"Sudah lebih dari 30 tahun tidak ada pengembangan jalur kereta api baru," kata Rudy.

Peneliti Ekonomi Core, Yusuf Rendi Manilet mengatakan pembangunan transportasi massal terutama di kota-kota besar di Indonesia belum masif, padahal mobilitas masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam proses pembangunan ekonomi.

"Kalau yang berkembang alat transportasi perorangan, maka akan memicu kemacetan dan polusi serta pemborosan bahan bakar. Akibatnya, biaya angkutan lebih mahal dan menyebabkan ekonomi biaya tinggi.

Berdampak Langsung

PT Celebes Railway Indonesia (CRI) sebagai pengelola berharap proyek pembangunan jalur kereta tersebut berdampak langsung pada percepatan pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya manfaat bagi masyarakat di Sulawesi Selatan.

CRI merupakan entitas asosiasi perseroan yang bergerak di bidang usaha penyelenggaraan prasarana perkeretaapian dengan saham mayoritasnya dimiliki PT PP (Persero) Tbk 47,81 persen, dan PT Bumi Karsa 25,31 persen dan PT CCCEI 22,5 persen dan sisanya PT Iroda Mitra 4,38 persen.

Direktur Utama PT PP, Novel Arsyad yang hadir pada peresmian mengatakan secara keseluruhan jalur lintasan rel sepanjang 142 kilometer, terdiri dari 14 stasiun kereta. CRI juga mengembangkan lintasan rel sepanjang 16,3 kilometer.

Selain sebagai investor, PTPP kata Novel sebagai kontraktor pembangunan Depo Stasiun Maros dan pembangunan Prasarana Perkeretaapian Umum Makassar-Parepare pada segmen F arah Tonasa dan emplasemen Garongkong dengan area terintegrasi.

Adapun total pembangunan lintasan kereta yang dikerjakan oleh PT PP sepanjang 16,3 kilometer, yang terdiri dari Stasiun Garongkong menuju ke Stasiun baru sepanjang 4,6 kilometer dan dari Stasiun Labakkang menuju ke Stasiun Mangilu sepanjang 11,7 kilometer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.