Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini yang Ditakuti PSMS soal Sanksi dari FiFA

📅 Kamis, 30 Mar 2023, 19:42 WIB | Oleh:
Ini yang Ditakuti PSMS soal Sanksi dari FiFA Doc: ANTARA/Juraidi
Ket. Pemain PSMS saat menggelar latihan di Stadion Mini Pancing

MEDAN - Klub Liga 2 Indonesia PSMS berharap FIFA tidak membekukan keanggotaan Indonesia menyusul dari batalnya pelaksanaan Piala Dunia U-20 2023, seperti yang terjadi pada tahun 2015-2016.

"Jangan sampai disanksi seperti itu lagi karena para pelaku sepak bola menggantungkan hidupnya ke kompetisi," ujar asisten pelatih PSMS Legimin Raharjo kepada ANTARA di Medan, Kamis.

Jika disanksi dengan pembekuan keanggotaan oleh FIFA, maka Indonesia atau dalam hal ini PSSI tidak bisa berpartisipasi di semua pertandingan maupun kompetisi resmi FIFA.

Selain itu, liga yang berjalan di Indonesia pun tidak diakui oleh FIFA. Hal tersebut sangat merugikan lantaran berarti Indonesia terisolasi dari sepak bola dunia.

"Jadi, kami berharap dampak dari tidak jadinya Indonesia menyelenggarakan Piala Dunia U-20 2023 tidak akan mengganggu jalannya liga," kata Legimin.

FIFA mencabut status tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 dari Indonesia pada Kamis (29/3), menyusul terjadinya gelombang penolakan Israel bertanding di Tanah Air.

Israel merupakan salah satu peserta turnamen itu yang lolos karena mampu menjadi finalis Piala Eropa U-19 2022.

Walau begitu, dalam keterangan resminya, FIFA tidak memaparkan secara detail soal alasan keputusan mereka mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

FIFA hanya menyatakan bahwa kebijakan mereka dikeluarkan karena "situasi terkini".

FIFA pun menegaskan bahwa Indonesia terancam mendapatkan sanksi yang bentuknya masih akan dibicarakan.

Legimin Raharjo sendiri merasa kecewa dengan kondisi tersebut. Apalagi, waktu pelaksanaan Piala Dunia U-20 tidak sampai dua bulan lagi. Turnamen itu rencananya dilaksanakan pada 20 Mei-11 Juni 2023.

"Sebagai insan sepak bola, tentu saya kecewa. Untuk para pemain, saya minta untuk terus semangat karena masa depan mereka masih panjang," tutur Legimin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.