Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waduh Banyak Sekali, Disnaker Ambon Minta Calon Pekerja di Australia Siapkan Rp85 Juta

📅 Selasa, 28 Mar 2023, 00:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waduh Banyak Sekali, Disnaker Ambon Minta Calon Pekerja di Australia Siapkan Rp85 Juta Doc: ANTARA/HO-Diskominfosandi Ambon
Ket. Sosialisasi program bekerja di Australia bagi calon tenaga kerja kota Ambon.

Ambon - Waduh banyak sekali. Dinas Tenaga Kerja Kota Ambon meminta kepada peserta program bekerja di Australia untuk menyiapkan anggaran Rp85 juta untuk biaya pelatihan dan pengurusan kerja.

"Program ini hasil kerja samaInternational Working Grup Australia, Aston College Australia dan Californa Education Center Indonesia," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnker) Kota Ambon, Stiven Pattydi Ambon, Senin.

Ia menjelaskan, biaya sebesar Rp85 juta merupakan estimasi biaya terdiri 13 pos setelah para kandidat pekerja berangkat bekerja ke Australia.

Ia mengatakan, 13 postersebut di antaranya biaya visa, tiket, pelatihan kurang lebih selama enam bulan dan biaya setelah tiba di Australia dan lainnya.

Tahapan pembayaran pun dilakukan dalam tiga tahap yakni pembayaran tunai untuk jalur mandiri, sistem pinjaman bank yang ditentukan dan akan dibayar kembali oleh para pekerja.

Stiven menyatakan, dari jumlah 431 pelamar yang mendaftar dan menjalani seleksi wawancara, 152 orang di antaranya dinyatakan lolos seleksi ke tahap selanjutnya.

"Jumlah tersebut yang akan menjalani tahap selanjutnya. Karena itu, kita menyampaikan estimasi biaya yang ditetapkan untuk program bekerja di Australia. Jika ada yang keberatan dengan biaya dan tidak melanjutkan seleksi, kami terbuka," katanya.

Ia mengakui, pihaknya hanya bertugas menjembatani antara pencari kerja dengan agen penyalur, sebagai upaya membuka kesempatan bagi warga kota Ambon bekerja di luar negeri sebagai upaya menurunkan angka pengangguran.

"Kita tidak melakukan rekrutmen hanya memberikan informasi kepada para calon pekerja, dengan melakukan kerja sama dengan pihak terkait bagi para pekerja migran," ujarnya.

??Pihaknya, lanjutnya juga telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dalam rangka penempatan perlindungan kepada pekerja migran.

Salah satu calon pekerja, Priska membenarkan bahwa setelah mengikuti sosialisasi program bekerja di Australia, dirinya menerima informasi pembayaran uang sejumlah Rp85 juta.

"Saat sosialisasi juga, kami baru mengetahui bahwa harus menyiapkan biaya Rp85 juta, sekaligus bidang peternakan dan perkebunan yang sebelumnya diumumkan untuk program bekerja, dialihkan ke bidang pekerjaan lain seperti perhotelan, restoran dan lainnya," katanya.

??????Dinas Tenaga kerja Kota Ambon sebelumnya mengumumkan informasi lowongan kerja sebanyak 1.000 kuota disiapkan bagi warga kota Ambon yang akan bekerja di bidang peternakan sebagai pemotong hewan dan pengemasan daging, sedangkan bidang perkebunan untuk memetik dan mengemas buah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.