El Nino akan Melanda Indonesia, Ini yang Harus Dilakukan Agar Kebakaran Hutan Tak Meluas
📅 Selasa, 28 Mar 2023, 13:45 WIB | Oleh: Tim PenulisEks pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pernah bercerita kepada saya. Di suatu lokasi kebakaran, dia justru mendapati warga sekitar dan otoritas setempat tidak bergotong royong memadamkan api. Mereka hanya duduk-duduk saja.
Ketika ditanya mengapa berpangku tangan, mereka hanya menjawab "Kami sedang menunggu heli (helikopter) BNPB."
Saya mengamati perilaku seperti ini juga terjadi di daerah lainnya. Mereka terbiasa mengalami kebakaran dan kerap dibantu pemerintah pusat, sehingga tidak langsung berusaha memadamkan api.
Sikap semacam ini berbahaya. Pada musim kering, api berisiko cepat mengamuk jika tidak segera dipadamkan. Penanganan yang ala kadarnya sama saja membiarkan kebakaran membesar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Garda terdepan pencegahan dan penanggulangan kebakaran justru ada di masyarakat desa, kecamatan, dan pemerintah kabupaten kota. Daerah harus mengerahkan segala upaya dan memprioritaskan anggaran untuk mencegah kebakaran maupun memadamkan api.
Bantuan semestinya baru diulurkan ketika pemerintah kabupaten kota sudah angkat tangan. Pertolongan juga seyogianya lebih dulu datang dari pemerintah kabupaten kota sekitar, ataupun pemerintah provinsi.
BMKG menyebarkan informasi risiko El Nino 2023 lebih dini, bahkan menyambangi langsung pejabat di daerah yang rawan kebakaran. Hasil prediksi BMKG janganlah teronggok di atas meja, harus menjadi bekal tindakan nyata pemerintah kabupaten, kota, maupun provinsi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bekali Petugas Kita
Seorang petugas kebakaran mengatakan kepada saya, bahwa dia belajar memadamkan api dari televisi. Saya terus mengingat ucapan itu sampai sekarang. Penuturan si petugas menjadi puncak gunung es persoalan sumber daya manusia dalam penanggulangan kebakaran.
Pemadaman api butuh teknik khusus. Misalnya teknik 'bungkus oksigen' untuk memadamkan api bukan sekadar menepuk-nepuk tanah atau tanaman yang terbakar. Jika dilakukan sembarangan, api justru bisa merambat ke tempat lainnya.
Solusi masalah ini mudah saja: pembekalan terus-menerus. Polisi dan tentara sudah mulai turun ke lapangan untuk melatih warga. Inisiatif ini perlu diperbanyak dan dilakukan lebih sering, mumpung kemarau belum mencapai puncaknya.
Selain perkara orang, hal yang tak kalah penting adalah peralatan pemadaman api. Saya mendapatkan informasi beberapa daerah 'langganan' kebakaran tak kunjung melengkapi peralatan yang kurang.
Kebakaran kerap membesar karena kurangnya sarana dan prasarana wajib. Ini terjadi di lahan milik pemerintah maupun swasta. Mulai dari helm keselamatan hingga pompa portabel, ada saja yang kurang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!