Indonesia Berpotensi Cetak SDM Andal Berstandar Industri
📅 Senin, 27 Mar 2023, 01:00 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Istimewa
JAKARTA - Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Saryadi, mengatakan Centre of Excellence (CoE) Kelistrikan dapat menghadirkan sumber daya manusia (SDM) kompeten berstandar industri. Adapun CoE tersebut merupakan kerja sama Kemendikbudristek dengan Kedutaan Perancis melalui, Schneider Electric Global.
"Terbentuknya CoE dapat menghadirkan insan yang kompeten dan kecakapan berstandar industri," ujar Saryadi dalam acara Country Visit Indonesia - France Education Partnership, di Jakarta, Sabtu (25/3).
Dia menerangkan, Revolusi 4.0 dalam industri global akan menciptakan permintaan yang tinggi terhadap tenaga ahli kelistrikan, otomasi industri, dan energi terbarukan. Untuk memanfaatkan potensi tersebut, Indonesia memiliki peluang yang besar membentuk tenaga ahli di bidang tersebut melalui pendidikan vokasi.
Saryadi menambahkan, kehadiran CoE kelistrikan bisa menjadi jalan untuk link and match antara pendidikan vokasi dengan industri. Dia juga berharap dapat meningkatkan komitmen semua pihak yang terlibat untuk memajukan pendidikan vokasi.
"CoE merupakan bentuk dari kemitraan yang kuat dan solid antara Indonesia dan Prancis dan menjadi gerbang untuk mendukung agenda nasional Making Indonesia 4.0," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Implementasi Program
Dia menerangkan, CoE merupakan program bantuan dari industri untuk peningkatan mutu dan upskilling siswa dan guru. Dalam penerapan program, pengembangan profesional dipimpin oleh seorang ahli Perancis dan kurikulum selaras dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
"Kerja sama kolektif ini telah merevitalisasi 184 perangkat pelatihan laboratorium SMK. Hasil revitalisasi tersebut berdampak pada 24.800 siswa, 402 guru, dan teknisi yang kini sudah terlatih," tandasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perwakilan dari Schneider Electric Group, Gwenaelle Avice Huet mengatakan bahwa pihaknya telah berinvestasi training kit senilai 10 miliar rupiah pada CoE di Cimahi. Adapun sebanyak 40 SMK yang mendapat investasi tersebut.
Konselor Kedutaan Prancis, Stephane Dovart mengatakan bahwa Indonesia memiliki kekuatan dalam bidang industri dan ekonomi. Apalagi dengan jumlah SMK yang cukup banyak, sekitar 14.000.
"Hal itu menandakan sumber daya manusia Indonesia yang banyak dan dapat dilakukan pelatihan untuk meningkatkan kualitasnya," terangnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!