Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

6 Warna Cairan Hidung saat Flu, Bisa Jadi Indikasi Masalah Kesehatan

📅 Senin, 27 Mar 2023, 13:05 WIB | Oleh:
6 Warna Cairan Hidung saat Flu, Bisa Jadi Indikasi Masalah Kesehatan Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi

Flu menjadi salah satu penyakit yang kerap menyerang, terlebih saat musim hujan. Saat flu biasanya hidung akan mengeluarkan cairan atau lendir, baik sesekali maupun terus-menerus.

Entah gelap atau terang, keras maupun lembut, warna dan konsistensi cairan atau lendir hidung dapat menjadi tanda dan peringatan dini untuk indikasi masalah kesehatan. Para dokter menyebut hal tersebut penting diperhatikan, terutama saat musim alergi tiba dan membuat jutaan orang rentan terhadap flu.

Cairan hidung yang bening dan encer dianggap sehat, tetapi jika terlalu putih, itu bisa menandakan hidung tersumbat atau seseorang akan terserang penyakit dalam waktu dekat. Selain itu, masih terdapat beberapa warna lain yang bisa menjadi indikasi adanya kerusakan jaringan hidung bagian dalam atau sesuatu yang lebih serius, bahkan mematikan.

Dilansir dari DailyMail, berikut sejumlah warna cairan atau lendir hidung saat flu.

Bening
Para ahli umumnya mengatakan bahwa ingus bening tidak terlalu perlu dikhawatirkan. Warna alami ingus relatif transparan, sehingga aliran yang tidak berwarna dari hidung berarti tidak ada yang salah.

Jika bersin atau harus sering mengeluarkan ingus, selama warnanya tetap jernih, biasanya itu merupakan tanda alergi yang umum.

Putih
Cairan atau lendir hidung berwarna putih seringkali merupakan tanda paling awal bahwa seseorang akan jatuh sakit. Ketika lendir seseorang memiliki kadar air yang rendah, cairan hidung akan berwarna putih pekat dan tampak lebih tebal dan keruh dari normal.

Kandungan air biasanya hilang pada tahap awal infeksi virus, seperti flu atau Covid-19. Salah satu gejala paling awal yang dialami tubuh saat sakit adalah peradangan jaringan di hidung.

Kuning
Cairan hidung seseorang akan sering menguning begitu mereka sakit. Ketika seseorang sakit, sel darah putih mengerumuni sel yang terinfeksi dan melawan virus untuk mengeluarkannya dari tubuh.

Tumpukan sel mati itulah yang menyebabkan ingus berwarna kuning. Konsistensi akan mirip dengan putih telur. Dokter mengatakan biasanya tidak banyak yang perlu dikhawatirkan jika ingus tetap dalam keadaan ini.

Hijau
Ketika seseorang menderita infeksi serius, atau pada tahap terakhir, mereka mungkin melihat cairan hidung berubah menjadi hijau. Ingus hijau berarti ada lebih banyak sel darah putih yang mati daripada saat berubah menjadi kuning.

Biasanya berwarna hijau kusam dan relatif tebal. Meskipun biasanya tidak banyak yang perlu dikhawatirkan, jika ingus hijau bertahan selama lebih dari dua minggu, seseorang harus menemui dokter.

Merah muda atau merah
Warna merah muda atau kemerahan pada lendir hidung seseorang biasanya disebabkan oleh adanya sedikit darah. Ada beberapa kemungkinan penyebab hidung berdarah, tetapi para ahli mengatakan bahwa biasanya tidak banyak yang perlu dikhawatirkan.

Penyebab paling umum adalah udara kering, biasanya karena cuaca di luar ruangan dingin atau seseorang berada di dalam ruangan yang menggunakan AC. Terkadang, seseorang yang mengupil juga dapat merusak jaringan hidungnya, menyebabkan sedikit pendarahan. Mereka biasanya akan pulih dalam sehari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.