TikTok Dimiliki Perusahaan Tiongkok, Tapi Kenapa di Sana Tidak Ada?
📅 Sabtu, 25 Mar 2023, 14:29 WIB | Oleh: Lili LestariKetika menelusuri "Tiananmen 1989" di Douyin, tidak ada yang muncul.
Pembantaian Tiananmen, di mana pasukan Tiongkok menindak secara brutal pengunjuk rasa pro-demokrasi di Beijing, telah dihapus dari buku sejarah Tiongkok.Setiap diskusi tentang peristiwa itu disensor dan dikendalikan dengan ketat.
Ketika frasa yang sama dicari di TikTok, hasilnya banyak, termasuk video pengguna yang berbicara tentang apa yang terjadi dan uraian singkat Wikipedia yang meringkas peristiwa tersebut.
"Sangat menarik melihat kontradiksi ini di satu perusahaan (ByteDance) dengan dua wajah ini," kata Duncan Clark, ketua dan pendiri penasehat investasi BDA Tiongkok.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pembatasan untuk Pengguna Muda
Perbedaan utama lainnya, Douyin membuat pembatasan yang lebih ketat pada pengguna anak-anak.
Pengguna di bawah 14 tahun hanya dapat mengakses konten yang aman bagi anak dan menggunakan aplikasi hanya 40 menit sehari. Mereka tidak dapat menggunakan aplikasi dari jam 10 malam sampai jam 6 pagi
Sebaiknya Anda baca juga:
Selama bertahun-tahun, Tiongkok telah mengekang kecanduan video game dan kebiasaan tidak sehat lainnya.Pada 2019, Tiongkok menerapkan jam malam untuk game online untuk anak di bawah umur, sebelum sepenuhnya melarangnya selama hari kerja.
Bahkan di sebagian besar akhir pekan, pengguna di bawah 18 tahun hanya diperbolehkan bermain selama tiga jam.
"Ada banyak sikap laissez-faire di AS terhadap konten, bahkan konten yang menyasar remaja dan orang rentan," kata Clark."Pemerintah Tiongkok lebih condong ke regulasi pada tahap awal pertumbuhan Douyin, terutama untuk melindungi kaum muda."
TikTok mengambil langkah serupa awal bulan ini. Pengguna di bawah 18 tahun segera membuat akun dengan memasang batas waktu satu jam sehari, meskipun pengguna remaja bisa mematikan pengaturan default baru ini.
Tidak Sendiri
TikTokbukan satu-satunya platform milik Tiongkok yang sukses di Amerika Serikat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!