Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Global Fund: Tuberkulosis Harus Dianggap sebagai Pandemi

📅 Sabtu, 25 Mar 2023, 10:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Global Fund: Tuberkulosis Harus Dianggap sebagai Pandemi Doc: Devex
Ket. Direktur Eksekutif The Global Fund Peter Sands.

JENEWA - Direktur Eksekutif The Global Fund Peter Sands pada Jumat (24/3) mengatakan bahwa Tuberkulosis (TB) saat ini perlu dipandang sebagai pandemi setelah 30 tahun dikategorikan sebagai darurat kesehatan global.

"TB adalah penyakit yang telah ada selama ribuan tahun," kata Sands dalam sebuah pernyataan.

"Kami memiliki alat untuk melawannya, dan kami telah membuktikan bahwa kami dapat mengalahkannya. Kami berhasil menghilangkan penyakit itu sebagai ancaman kesehatan masyarakat di hampir semua negara terkaya di dunia," kata dia.

Sekitar 141 tahun yang lalu--24 Maret 1882-- seorang ilmuwan Jerman Robert Koch pertama kali menyampaikan temuannya tentang bakteri penyebab TB, yang dapat menyerang bagian tubuh mana pun, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.

Namun, menurut Sands, hingga saat ini jutaan orang di dunia masih terus menderita dan meninggal karena sebuah penyakit yang dapat dicegah, diobati, dan disembuhkan itu.

Dia mengatakan TB adalah contoh dari suatu ketidakadilan karena apabila suatu penyakit tidak mengancam negara-negara kaya maka penyakit tersebut tidak akan dianggap sebagai pandemi.

"Tapi TB memenuhi syarat untuk dikategorikan sebagai pandemi," ucap Sands menegaskan.

Menurut Sands, TB kemungkinan akan membunuh lebih banyak orang di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah pada 2023--lebih banyak dibandingkan COVID-19--dan menjadi penyakit menular paling mematikan di dunia, dengan 1,6 juta orang meninggal karena TB pada 2021.

Meskipun TB dapat disembuhkan, kemajuan untuk memeranginya cenderung sangat lambat. Dalam beberapa dekade terakhir, kematian akibat TB hanya turun 2 persen per tahun, kata Sands.

Sands mengatakan bahwa The Global Fund memberikan 77 persen dukungan finansial atau sekitar 800 juta dolar AS (sekitar Rp12 triliun) per tahun kepada negara-negara yang bergelut melawan TB.

Jumlah Kematian Akibat TB Meningkat

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Ghebreyesus pada Rabu mengatakan bahwa berbagai tes, perawatan, dan vaksin terhadap TB telah menyelamatkan banyak nyawa manusia.

Dia mengatakan bahwa sejak 2000, kematian akibat TB telah menurun hampir 40 persen secara global, dan lebih dari 74 juta orang telah mendapatkan akses ke layanan TB.

"Pandemi COVID-19 dan konflik di banyak negara telah sangat mengganggu layanan untuk mencegah, mendeteksi, dan mengobati TB," kata Tedros.

"Akibat kondisi itu, WHO pada tahun lalu melaporkan peningkatan kematian akibat TB untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade."

Dia menjelaskan bahwa satu-satunya vaksin yang dikembangkan untuk melawan TB, vaksin BCG, telah berusia lebih dari 100 tahun dan tidak cukup melindungi remaja dan orang dewasa, yang bertanggung jawab atas sebagian besar penularan penyakit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.