The Fed Tetap Menaikkan Suku Bunga Seperempat Poin Meskipun Terjadi Gejolak Perbankan
📅 Kamis, 23 Mar 2023, 10:20 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSebagian besar pejabat masih memperkirakan tingkat kebijakan akan mencapai puncaknya pada 5 persen hingga 5,25 persen tahun ini dan tingkat itu akan dipertahankan hingga setidaknya 2024. Pembuat kebijakan merencanakan serangkaian penurunan suku bunga pada akhir tahun depan, dengan dana federal tingkat jatuh kembali ke 4,3 persen.
Prakiraan pejabat menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat serta inflasi yang lebih tinggi. Pertumbuhan akan melambat menjadi 0,4 persen tahun ini sebelum pulih menjadi 1,2 persen pada 2024 dan 1,9 persen pada 2025. Tingkat pengangguran masih diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 4,6 persen tahun depan.
Sebagian besar pembuat kebijakan memperkirakan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti berkisar sekitar 3,6 persen pada akhir tahun 2023, sebelum turun menjadi 2,6 persen pada tahun 2024. Kedua perkiraan tersebut 0,1 poin persentase lebih tinggi dari pada bulan Desember.
Pada hari-hari menjelang pertemuan bulan Maret, mantan pejabat, ekonom, dan investor berselisih tentang bagaimana Fed harus melanjutkan, dengan mereka yang mendukung jeda dengan alasan bank sentral dapat semakin meresahkan situasi yang sudah sulit dengan memaksakan kenaikan lagi.
Sebaiknya Anda baca juga:
The Fed mendapat kecaman atas serangkaian kegagalan bank baru-baru ini, menimbulkan pertanyaan tentang seberapa dekat pejabat memantau pemberi pinjaman regional setelah kemunduran, yang didukung oleh Powell, dari aturan yang mengatur mereka.
Michael Barr, yang memimpin urusan pengawasan di The Fed, mengatakan, bank sentral sedang melakukan tinjauan tentang bagaimana mengelola SVB.
Pada hari Rabu, senator Republik, Rick Scott dari Florida dan senator Demokrat yang dikenal progresif, Elizabeth Warren dari Massachusetts, memperkenalkan RUU bipartisan yang akan menggantikan penyelidik internal Fed dengan yang ditunjuk oleh presiden. Warren juga bekerja sama dengan anggota parlemen lainnya untuk menuntut regulasi yang lebih ketat di sektor perbankan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!