Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertanian Terdampak Erupsi Merapi Didata Pemprov Jateng

📅 Kamis, 16 Mar 2023, 19:56 WIB | Oleh:
Pertanian Terdampak Erupsi Merapi Didata Pemprov Jateng Doc: ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Ket. Petani menunjukkan hasil panen cabai teropong di lereng Gunung Merapi, Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (13/3).

MAGELANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai melakukan pendataan areal pertanian milik warga yang terdampak erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Magelang, Klaten, dan Boyolali.

"Tentu kami akan memperhatikan lahan-lahan yang sampai saat ini terdampak erupsi Merapi kemarin. Kami akan data lagi, segera mengevaluasi apa saja yang perlu dibantu oleh pemerintah," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di sela kunjungan kerja keKabupaten Magelang, Kamis.

Pemprov Jateng saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Magelang dan Klaten dalam pengumpulan data dan identifikasi kerusakan yang disebabkan erupsi Merapi.

"Berdasarkan data tersebut, kami kemudian baru bisa menentukan bantuan yang diberikan kepada petani yang lahannya terdampak erupsi Merapi," ujarnya.

Berdasar data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang,lahan pertanian dan perkebunan yang terkena paparan abu vulkanik seluas 1.661,8 hektare.

Sebarannya di Kecamatan Sawangan seluas 1.185 hektare dan Kecamatan Dukun 476 hektare dengan jenis komoditas adalah cabai, tomat, kubis, kopi, serta sawi hijau.

"Nanti terkait dengan kerugian, kami dari pemerintah insyaallah juga akan membantu. Bukan hanya dari pemerintah, kami juga akan mengajak kepada perusahaan yang ada di Jateng, masyarakat, untuk saling meringankan beban yang ada di sekitar Gunung Merapi," kata dia.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magelang Romza Ernawan dihubungi melalui telepon menambahkanDinas Pertanian Provinsi Jateng sudah berkomunikasi dengan pihaknyaterkait data kerusakan lahan pertanian.

Ia menyebut penanganan abu vulkanik di lahan pertanian hingga saat ini masih dilakukan.

"Rencananya, pembersihan masif juga akan dilakukan secara bergotong royong, antara penyuluh, gabungan kelompok tani dan perangkat desa pada 17 Maret 2023. Komoditas yang dibersihkan adalah tanaman cabai, dengan luas lahan sekitar 35 hektare. Jumlah yang terlibat diperkirakan mencapai 200 orang," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.