Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes: Program Pemerataan Nakes Dijamin dengan Keselamatan

📅 Kamis, 16 Mar 2023, 19:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkes: Program Pemerataan Nakes Dijamin dengan Keselamatan Doc: Antara
Ket. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat melayat ke rumah duka almarhuman dokter Mawartih Susanty di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin (13/3).

Jakarta - Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Siti Nadia Tarmizi memastikan upaya pemerataan tenaga kesehatan (nakes) hingga menjangkau kawasan pelosok dan tertinggal di Indonesia, turut difasilitasi dengan jaminan keselamatan.

"Negara menjamin mereka (nakes) mendapat perlindungan. Keamanan individu nakes di tempat tugas sangat ditentukan dengan perilakunya atau faktor lain. Karena memang nakes yang masuk ke sana sudah diberi tahu akan memasuki area itu," kata Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Kamis (16/3).

Nadia mengatakan pemerintah telah menempatkan personel keamanan dari unsur TNI-Polri di seluruh pelosok negeri untuk menjamin keselamatan penduduk, terutama pada mereka yang sedang membutuhkan.

Nadia mengimbau kepada kalangan nakes yang merasa terancam keselamatannya untuk segera melapor kepada otoritas berwenang di daerah, agar segera memperoleh perlindungan.

"Perlu kerja sama dengan pemerintah daerahnya, dengan pihak kepolisian di sana dan TNI. Sehingga, kalau ada apa-apa jika ada ancaman atau semacamnya bisa menjadi prioritas (dijaga)," katanya.

Nadia memastikan bentuk perlindungan bagi warganegara diberikan secara gratis. "Pasti ada jaminan keamanan dalam bentuk prioritas, dan dia (nakes) tak perlu bayar polisi untuk dijaga," katanya.



Nadia juga menyampaikan rasa duka cita terhadap wafatnya seorang dokter yang bertugas di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, dr. Mawartih Susanty, Sp.P.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi G?nadi Sadikin didampingi Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes Arianti Anaya telah melayat ke rumah duka di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin (13/3), sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi almarhumah.

Menurut Nadia, Mawar adalah sosok dokter yang penuh dedikasi, cinta, dan tanggung jawab pada profesinya. Kecintaannya ini dibuktikan dengan menjadi satu-satunya dokter spesialis paru-paru di Kabupaten Nabire, selama enam tahun.

Mawar ditemukan meninggal dunia pada Kamis (9/3) di rumah dinasnya. Ketua Perhimpunan Dokter Paru-Paru Papua Hendra Sihombing menyebut kematian rekannya itu tidak wajar, sebab ada temuan luka pada tubuh.

Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan bersama Kepolisian RI masih melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab pasti kematian dr Mawartih.

Menkes Budi Gunadi Sadkin mengatakan peristiwa itu menjadi pembelajaran bagi pemerintah untuk terus meningkatkan jaminan keamanan kepada tenaga kesehatan yang bertugas, terutama di wilayah terpencil dan tertinggal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.