Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Australia Beli 5 Kapal Selam Nuklir AS

📅 Rabu, 15 Mar 2023, 02:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Australia Beli 5 Kapal Selam Nuklir AS Doc: AFP/Jim WATSON
Ket. Pertemuan AUKUS l Presiden AS, Joe Biden (tengah) yang didampingi PM Australia, Anthony Albanese (kiri) dan PM Inggris, Rishi Sunak, berbicara dalam sebuah konferensi pers KTT AUKUS di Naval Base Point Loma, San Diego, California. Dalam konferensi pers itu diumumkan bahwa Australia akan membeli 5 unit kapal selam buatan AS.

SAN DIEGO -Australia akan membeli hingga lima kapal selam bertenaga nuklir buatan Amerika Serikat (AS) mulai awal dekade depan dan kemudian membangun kapal selam nuklir sendiri dengan menggunakan desain Inggris. Hal itu tercantum dalam kesepakatan yang diumumkan pada Senin (13/3) yang menurut para analis bertujuan untuk melawan kekuatan militer Tiongkok yang terus meningkat.

Saat bertemu di San Diego di bawah naungan pakta keamanan AUKUS yang diumumkan pada 2021, Presiden AS, Joe Biden, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, dan Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, mengatakan bahwa perjanjian tersebut adalah cara terbaik untuk melengkapi Australia dengan kapal selam tempur bertenaga nuklir secepat mungkin.

"Kami menunjukkan lagi bagaimana demokrasi dapat memberikan keamanan dan kemakmuran bagi kami sendiri, dan bukan semata hanya untuk kami tetapi untuk seluruh dunia," kata Presiden Biden pada acara di Naval Base Point Loma, diapit oleh PM Albanese dan PM Sunak.

Berdasarkan rencana tersebut, Australia akan membeli tiga kapal selam kelas Virginia dari AS, dengan opsi untuk membeli dua lagi, kata PM Albanese pada acara tersebut. Yang pertama akan dikirim pada awal semester 2030, menurut lini masa yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Australia.

Australia juga akan mulai membangun kapal selam bertenaga nuklirnya sendiri dan kapal selam pertama nuklir mereka itu rencananya akan rampung pada awal 2040. Kapal selam buatan Australia itu dibuat atas dasar desain dari Inggris dan menggunakan teknologi dari ketiga negara. Sedangkan Inggris berencana membangun kapal selamnya sendiri dengan desain yang sama pada akhir semester 2030.

Reaksi Beijing

Pada pertemuan di San Diego itu, tidak ada pemimpin yang secara langsung menyebut Tiongkok. Pakta keamanan AUKUS sendiri dipahami secara luas ditujukan untuk menghalangi ambisi Tiongkok.

Pertemuan AUKUS itu sendiri mendapat tanggapan keras dari Beijing keesokan harinya. "Ketiga sekutu itu berjalan bersama di jalan yang salah dan berbahaya untuk kepentingan geopolitik mereka sendiri," ucap Wang Wenbin, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada konferensi pers reguler di Beijing pada Selasa.

Wang lalu mengatakan bahwa pakta AUKUS muncul dari mentalitas Perang Dingin yang hanya akan merangsang perlombaan senjata, menyabotase sistem non-proliferasi nuklir internasional, serta merusak perdamaian dan stabilitas kawasan.

Menurut analisis tahun 2021 dari Heritage Foundation, sebuah institusithink-tankdi Washington DC, armada kapal selam nuklir Australia nantinya bisa membantu mempertahankan jalur pelayaran dari Teluk Persia ke Samudra Pasifik utara. AFP/RFA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.