Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kota-kota di Asia Mengalami Peningkatan Paparan Kenaikan Permukaan Laut

📅 Sabtu, 11 Mar 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Kota-kota di Asia Mengalami Peningkatan Paparan Kenaikan Permukaan Laut Doc: ISTIMEWA
Ket. Warga mendayung keluar dari gereja yang sebagian terendam di desa pesisir Sitio Pariahan, Bulacan, utara Manila, Filipina, beberapa waktu lalu.

JAKARTA - Studi yang dipublikasikan pada Kamis (2/3) di jurnal ilmiah Nature Climate Change menyebutkan beberapa kota terbesar di Asia Tenggara dapat terdampak secara tidak proporsional oleh naiknya permukaan laut, hingga berada di bawah permukaan air pada akhir abad ini.

Dikutip dari Radio Free Asia (RFA) para peneliti memetakan hotspot permukaan laut di seluruh dunia dan menggabungkan efek perubahan iklim pada permukaan laut dengan fluktuasi alami lautan untuk menunjukkan bagaimana jutaan orang di kota-kota pesisir dapat terkena dampaknya.

Penelitian menunjukkan variabilitas iklim internal dapat memperkuat atau mengurangi dampak perubahan iklim terhadap kenaikan permukaan laut di sepanjang garis pantai tertentu hingga 30 persen lebih banyak daripada yang dihasilkan dari perubahan iklim saja, yang secara eksponensial meningkatkan banjir ekstrem.

Pada tahun 2100, jika variabilitas mencapai batas atas karena tingginya tingkat gas rumah kaca, titik panas kenaikan permukaan laut baru akan muncul di kota-kota besar Asia Tenggara, termasuk Yangon, Bangkok, Ho Chi Minh, dan Manila, serta Chennai dan Kolkata di India.

Populasi Metro Manila adalah 13 juta; Bangkok memiliki sedikitnya 11 juta; Ho Chi Minh melampaui 9 juta; dan Yangon memiliki sekitar lima juta penduduk.

Studi ini berbeda dari penelitian sebelumnya dengan memasukkan fluktuasi permukaan laut yang terjadi secara alami, seperti El Nino, bersama dengan perubahan siklus air, yang dikenal sebagai variabilitas iklim internal, untuk mengetahui dampak perubahan iklim terhadap kenaikan permukaan laut.

Fluktuasi Alami

Variabilitas iklim internal mengacu pada fluktuasi alami dalam sistem iklim bumi yang muncul dari proses internal, seperti arus laut, pola sirkulasi atmosfer dan variasi orbit dan kemiringan bumi.

Itu bisa mengakibatkan perubahan suhu, curah hujan, dan variabel iklim lainnya yang berlangsung dari bulan ke dekade. Variabilitas tidak dipengaruhi oleh faktor eksternal, termasuk aktivitas manusia seperti emisi gas rumah kaca.

"Variabilitas iklim internal dapat sangat memperkuat atau menekan kenaikan permukaan laut yang disebabkan oleh perubahan iklim," kata Aixue Hu, salah satu penulis makalah tersebut.

"Dalam skenario terburuk, efek gabungan dari perubahan iklim dan variabilitas iklim internal dapat menyebabkan permukaan laut lokal naik lebih dari 50 persen dari apa yang disebabkan oleh perubahan iklim saja, sehingga menimbulkan risiko signifikan banjir yang lebih parah ke kota-kota besar pesisir, dan mengancam jutaan orang," ungkapnya.

Menurut Laporan Perubahan Iklim Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations) 2021, Asia Tenggara memiliki salah satu garis pantai terpanjang di dunia dengan panjang 234.000 kilometer, dengan perkiraan 77 persen populasi tinggal di wilayah pesisir, menjadikannya salah satu kawasan paling rentan di dunia.

Tahun lalu, Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim mengatakan dalam sebuah laporan bahwa Asia Tenggara menghadapi risiko serius kehilangan infrastruktur dan pemukiman pesisir dataran rendah karena banjir yang disebabkan oleh kenaikan permukaan air laut yang tak terhindarkan.

Permukaan laut sudah naik karena peningkatan suhu laut dan mencairnya lapisan es yang disebabkan oleh pemanasan global, menurut para ilmuwan dan pakar perubahan iklim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.