Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Jadi Negara Maju 2045 jika Ekonomi Tumbuh 6 Persen Per Tahun

📅 Jumat, 10 Mar 2023, 00:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Jadi Negara Maju 2045 jika Ekonomi Tumbuh 6 Persen Per Tahun Doc: Sumber: BPS - Litbang KJ/and - KJ/ONES

JAKARTA - Indonesia berpotensi mewujudkan cita-cita sebagai negara maju dan sejahtera pada 2045 mendatang dengan catatan mampu menjaga agar pertumbuhan ekonomi tetap tinggi.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) sekaligus mantan Menteri Keuangan, Bambang PS Brodjonegoro, mengatakan perekonomian Indonesia perlu tumbuh rata-rata 6 persen per tahun agar Indonesia bisa menjadi negara maju di 2045.

"Kita perlu menyesuaikan kembali rata-rata pertumbuhan ekonomi dari 5 menjadi 6 persen per tahun sampai 2045," kata Bambang di Jakarta, Kamis (9/3).

Meskipun hanya bertambah 1 persen dari rata-rata pertumbuhan ekonomi selama 10 tahun terakhir yang sebesar 5 persen, Indonesia perlu membuat kebijakan-kebijakan terobosan untuk mencapai target agar rata-rata pendapatan masyarakat per tahun mencapai 13 ribu dollar AS.

Pertumbuhan ekonomi yang mendekati 7 persen dapat dicapai dengan meningkatkan pertumbuhan dan kontribusi sektor manufaktur di dalam negeri. "Jika kalian mengingat, pertumbuhan ekonomi kita pernah mencapai 7 persen secara tahunan, yang hanya terjadi ketika sektor manufaktur kita mendominasi perekonomian di tahun 1990-an," katanya.

Kontribusi sektor manufaktur, misalnya melalui ekspor, perlu ditingkatkan agar dapat melampaui capaian pada 2020 yang masih di bawah 10 persen.

Untuk itu, menurutnya, perekonomian Indonesia perlu meninggalkan ketergantungan terhadap komoditas sumber daya alam (SDA) dan mulai mengolah komoditas tersebut agar dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar.

Seluruh Elemen Berperan

Pakar ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Bambang Budiarto, mengatakan pertumbuhan di kisaran 6 persen memang besaran yang ideal untuk sampai pada 2045, tapi angka itu adalah angka dalam kondisi pembangunan ekonomi yang normal. Namun yang utama adalah bagaimana seluruh elemen pembangunan makroekonomi memiliki semangat untuk menjaga keberlanjutan ekonomi.

"Sedangkan saat sekarang kita dalam situasi dan suasana pemulihan ekonomi, tentu hal yang demikian perlu penyesuaian pada hampir seluruh agenda ekonomi baik nasional maupun daerah.

Pendapat senada disampaikan ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang cukup memang dibutuhkan agar Indonesia tidak terjebak dalam middle income trap. "Sejak tahun lalu, Indonesia kembali masuk kelompok upper middle income countries, setelah sebelumnya saat pandemi turun ke kelompok low middle income group. Kita memang butuh pertumbuhan lebih tinggi dan lebih berkualitas," kata Aloysius.

Menurutnya, ada dua hal utama yang saling terkait untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Pertama, krusial untuk mendorong sektor industri manufaktur yang belakangan ini justru seakan menunjukkan gejala deindustrialisasi yang prematur, atau terlalu cepat meninggalkan sektor manufaktur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.