Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Subsidi BBM Jaga 5,7 Juta Jiwa Terhindar dari Kemiskinan

📅 Kamis, 09 Mar 2023, 08:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Subsidi BBM Jaga 5,7 Juta Jiwa Terhindar dari Kemiskinan Doc: Istimewa

JAKARTA - Subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji 3 kilogram dinilai efektif menjaga penduduk Indonesia berpenghasilan rendah, termasuk nelayan, terhindari dari kemiskinan. Namun, pemerintah akan mengatur pemberian subsidi tersebut agar tepat sasaran.

Kepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman mengatakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dapat menjaga 5,7 juta jiwa penduduk Indonesia tidak jatuh ke jurang kemiskinan.

"Secara nasional kebijakan subsidi BBM mampu menjaga sekitar 5,7 juta orang atau 2,10 persen penduduk Indonesia untuk tidak jatuh ke jurang kemiskinan dan sebanyak 198 ribu orang di antaranya berasal dari keluarga nelayan," katanya dalam Diskusi Publik: Subsidi Energi dan Kemiskinan yang dipantau secara virtual di Jakarta, Rabu (8/3).

Rizal menuturkan jika subsidi BBM ditiadakan, Jawa Timur akan menjadi provinsi yang jumlah kemiskinannya naik paling banyak sekitar 1,1 juta penduduknya atau 1,8 persen akan jatuh ke jurang kemiskinan.

Sementara itu, subsidi elpiji 3 kg secara empiris terbukti mampu menyelamatkan sekitar 6,9 juta rumah tangga untuk tidak jatuh miskin. Kelompok rumah tangga nelayan yang terselamatkan dari ancaman kemiskinan akibat adanya kebijakan subsidi elpiji 3 kg adalah sekitar 264 ribu orang atau tiga persen dari total penduduk yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas nelayan.

Jika subsidi BBM ditiadakan, Rizal mengatakan sekitar empat juta penduduk Jawa akan jatuh miskin dan jumlah paling besar berada di Jawa Timur. Dalam implementasinya, subsidi elpiji 3 kg dan BBM masih banyak dinikmati oleh mereka yang tidak berhak sehingga perlu kebijakan lebih lanjut terkait efisiensi dan ketepatan sasaran penyaluran subsidi.

Atur Penyaluran

Pada kesempatan sama, Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penghapusan Kemiskinan (TNP2K) Suprayoga Hadi mengatakan penyaluran subsidi langsung LPG dalam bentuk nontunai kepada penerima manfaat mendukung penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.

Dia mengatakan subsidi energi termasuk subsidi LPG dan bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini sudah dialokasikan relatif tidak tepat sasaran kecuali subsidi listrik sehingga tidak berdampak pada pengurangan kemiskinan dan ketimpangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.