Presiden Sebut Impor Tidak Dibutuhkan saat Panen Raya
📅 Selasa, 07 Mar 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiKondisi tersebut, paparnya, masih jauh dari NTP Thailand yang bisa mencapai 120-140. Begitu pula dengan NTP Tiongkok yang sampai menyentuh kisaran 140-150.
Untuk itu, koperasi tani perlu diperkuat agar tata niaga pertanian lebih demokratis, sehingga nilai tambah dalam produksi dan distribusi dapat lebih adil bagi petani.

Peduli Nasib Petani
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kesempatan lain, pakar kebijakan publik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sekaligus peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam, mengatakan langkah Presiden turun langsung memastikan harga bahan pokok menunjukkan keberpihakan Jokowi pada nasib petani. Selain itu, juga menunjukkan Presiden memiliki manajemen risiko yang baik dalam mengantisipasi persoalan.
"Pak Jokowi terbiasa mengecek langsung harga gabah. Ini menunjukkan bahwa Presiden sangat peduli dan care dengan urusan nasib petani, khususnya menyangkut harga pascapanen agar tetap baik dan selalu memihak petani.
"Itu yang membuat membuat menteri-menteri Pak Jokowi harus bisa gerak cepat dan tidak bisa asal Bapak senang, karena Presiden akan tahu langsung. Kebiasaan ini juga membuat manajemen risiko Presiden berjalan baik menyangkut situasi kontingensi sebab simpul-simpul yang selama ini ruwet dan potensial membuat harga gabah jatuh bisa diurai," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!