Produksi Ikan Melimpah, Penurunan ‘Stunting’ Lambat, Ada Apa Ini?
📅 Senin, 06 Mar 2023, 12:18 WIB | Oleh: Tim PenulisUpaya Meningkatkan Konsumsi Ikan
Pemerintah berusaha meningkatkan konsumsi ikan, salah satunya melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sejak 2004.
Walau angka konsumsi ikan terus meningkat setiap tahunnya, pemerintah harus berusaha lebih keras agar kenaikannya lebih signifikan. Harapannya, tren ini berimbas pada kenaikan konsumsi protein harian masyarakat.
Pemerintah dapat menggenjot edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi ikan untuk perbaikan kecukupan gizi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kita perlu mengemas pesan kampanye lebih persuasif, aktif, kekinian, dan menarik. Misalnya membuat konten digital yang disebarluaskan di berbagai media sosial.
Selain itu, tidak semua daerah memiliki produksi ikan sehingga masyarakat tidak terbiasa untuk mengkonsumsi ikan. Mengingat masa simpan ikan segar tergolong pendek, untuk menjaga kesegarannya tetap terjaga pemerintah perlu melancarkan distribusi produk perikanan yang merata ke seluruh daerah dengan menyediakan infrastruktur pendukung yang memadai. Tujuannya agar harga ikan lebih terjangkau kelompok masyarakat ekonomi bawah.
Upaya selanjutnya yakni memperbanyak jenis makanan olahan ikan. Pemerintah dapat memberikan pelatihan kepada masyarakat, UMKM, atau Unit Pengolahan Ikan (UPI) tentang pengolahan produk ikan yang lebih bervariasi. Selain itu, pemerintah hendaknya dapat meningkatkan standar penjaminan mutu ikan karena kualitas kesegaran ikan akan sangat berpengaruh pada proses pengolahan ikan dan harga jual ekonomis dari ikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, kenaikan konsumsi ikan tentu akan berkontribusi meningkatkan konsumsi protein harian guna mencegah stunting. Sektor perikanan itu sendiri juga akan menggeliat.
Oleh karena itu, seluruh pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat harus berupaya meningkatkan konsumsi ikan untuk mengakhiri stunting.![]()
Andriana Lisnasari, Statistisi Ahli Pertama, Badan Pusat Statistik
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!