Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai Kenaikan Minyak Goreng

📅 Kamis, 02 Mar 2023, 08:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspadai Kenaikan Minyak Goreng Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah perlu mengendalikan harga kebutuhan pokok, terutama minyak goreng. Karena itu, kenaikan harga minyak goreng dalam beberapa waktu belakangan ini perlu diwaspadai.

Direktur Program Indef, Esther Sri Astuti, memperkirakan harga minyak goreng berpotensi naik akibat penurunan suplai kedelai ke pasar global disebabkan gagal panen komoditas tersebut di beberapa negara produsen.

"Substitute (pengganti) dari kedelai adalah kelapa sawit maka harga kelapa sawit akan naik karena permintaan untuk sawit di pasar global tinggi," ungkapnya pada Koran Jakarta, Rabu (1/3).

Akibatnya, lanjut Esther, harga minyak goreng akan melonjak tinggi. Kenaikan harga minyak goreng dapar memicu lonjakan harga bahan pokok lain. "Solusinya adalah produksi minyak kelapa lebih banyak agar bisa jadi substitute minyak sawit. Itu untuk kendalikan inflasi," paparnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini memperingatkan pemerintah menjaga harga komoditas, terutama bahan bakar rumah tangga dan minyak goreng yang berpotensi mendorong inflasi pada Ramadan 2023.

Dari tren beberapa tahun sebelumnya, inflasi pada Ramadan 2023 perlu dikelola dengan mengendalikan harga-harga komoditas terutama bahan bakar (BBM), minyak goreng dan daging ayam ras.

Pudji merinci pada Ramadan 2019 yang jatuh pada Mei, inflasi pada bulan tersebut mencapai 0,68 persen yang didorong oleh kenaikan harga komoditas cabai merah, daging ayam ras, bawang putih, ikan segar, angkutan antarkota, dan telur ayam ras.

Selanjutnya, pada Ramadan 2020 yang jatuh pada April, inflasi tercatat 0,08 persen karena didorong oleh komoditas bawang merah, emas perhiasan, gula pasir, bahan bakar rumah tangga, pepaya, dan rokok kretek filter.

Lalu pada 2021 saat Ramadhan berada di April, inflasi pada bulan itu mencapai 0,13 persen karena dipicu kenaikan harga daging ayam ras, minyak goreng, jeruk, bahan bakar rumah tangga, emas perhiasan, dan anggur.

"Pada 2022 ketika Ramadan jatuh pada April, terjadi inflasi sebesar 0,95 persen, yang utamanya didorong oleh kenaikan harga komoditas minyak goreng, bensin, daging ayam ras, tarif angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, dan telur ayam ras," katanya.

Sepanjang 2022, inflasi tercatat mencapai 5,51 persen didorong oleh kenaikan harga kelompok pengeluaran transportasi dengan inflasi 15,26 persen dengan andil 1,84 persen.

Komoditas penyumbang inflasi secara tahunan tertinggi antara lain adalah bensin, bahan bakar rumah tangga, tarif angkutan udara, beras, rokok filter, telur ayam ras, dan harga kontrak rumah.

Lampaui Target

Lebih lanjut, Pudji Ismartini mencatat inflasi tahunan pada Februari lalu mencapai 5,47 persen. Angka tersebut di atas target inflasi tahun jni di kisaran 2-4 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.