Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Penyebaran Penyakit, Pakar: Virus Flu Burung Dapat Dikendalikan dengan Pemanasan dan Deterjen

📅 Kamis, 02 Mar 2023, 17:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Penyebaran Penyakit, Pakar: Virus Flu Burung Dapat Dikendalikan dengan Pemanasan dan Deterjen Doc: ANTARA/M Agung Rajasa
Ket. Arsip Foto - Pekerja membongkar muatan ayam potong yang akan dijual di pasar, Jakarta, Selasa (22/11).

Jakarta - Cegah penyebaran penyakit. Guru besar biologi molekuler, Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Prof Chairul A Nidom mengungkapkan, virus flu burung mudah mati dan dapat dikendalikan dengan pemanasan serta menggunakan deterjen.

"Semua tipe virus flu burung mudah mati dengan pemanasan dan deterjen," katanya dalam seminar daring mengenai pencegahan flu burung yang diadakan Dinas Kesehatan DKI di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, agar tubuh manusia dapat menangkal virus tersebut, maka masyarakat diimbau untuk memenuhi asupan gizi dan menjaga kesehatan. Dengan tubuh yang sehat dengan asupan gizi yang cukup, maka pertahanan tubuh lebih kuat.

Selain itu, ia mendorong masyarakat menjaga kesehatan dari faktor stres. Ketahanan tubuh yang prima diperlukan mengingat virus flu burung tidak terlihat dan dapat masuk ke dalam sel tubuh.

"Jadi tatkala sehat dan diri penuh gizi, maka respons pertahanan terhadap virus flu burung atau apapun itu bisa lebih dikendalikan dibandingkan ketidaksiapan," katanya.

Untuk mencegah penularan flu burung, lanjut dia, pengendalian dapat dilakukan dengan biosekuriti, karantina, menggunakan produk herbal atau probiotik, vaksinasi hingga pengawasan.

Beberapa waktu lalu kematian akibat varian baru flu burung (H5N1) dilaporkan terjadi di Kamboja yang menewaskan dua warga.

Adanya laporan kematian diduga terkait flu burung itu kembali meningkatkan kewaspadaan termasuk di Indonesia.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga meningkatkan kewaspadaan mengingat tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi mengakibatkan Jakarta memiliki risiko tinggi penularan virus flu burung khususnya varian baru saat ini, yakni 2.3.4.4b.

"Tingkat risiko di Jakarta relatif lebih tinggi dibandingkan provinsi lain," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti.

Kasus flu burung sebelumnya sempat muncul di Indonesia pada 2005. Saat itu kasus di Jakarta lebih tinggi dibandingkan daerah lain di Tanah Air.

Pada 2006, kata dia, tercatat ada 55 kasus dengan angka kematian yang tinggi mencapai 45 kasus di Jakartaa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.