Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Jabar Terapkan '3 Cepat' untuk Cegah Penularan Varian Baru Flu Burung

📅 Rabu, 01 Mar 2023, 13:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Jabar Terapkan '3 Cepat' untuk Cegah Penularan Varian Baru Flu Burung Doc: antarafoto
Ket. Pemberian vaksinasi untuk pencegahan Flu Burung pada unggas di Jabar.

BANDUNG - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat (Jabar) menerapkan "3 Cepat" untuk mencegah penularan varian baru virus influenza penyebab flu burung pada unggas.

"Jajaran kesehatan hewan segera merespons laporan masyarakat dengan prinsip '3 Cepat' yakni Deteksi Cepat, Lapor Cepat, dan Respons Cepat sesuai SOP pengendalian flu burung," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat Arifin Soedjayana ketika dihubungi dari Bandung, Rabu (1/3).

Ia mengatakan bahwa dinas juga menggiatkan penyuluhan kepada masyarakat dan peternak unggas agar mereka segera melapor ke petugas kesehatan hewan bila menemukan unggas sakit atau mati mendadak.

Selain itu, menurut dia, dinas meningkatkan kegiatan pembinaan dan pendampingan bagi peternak unggas agar mereka menerapkan tindakan biosekuriti guna mencegah penularan penyakit di lingkungan peternakan.

"Peternakan unggas komersial skala kecil dan menengah agar menerapkan Biosekuriti 3 Zona sebagai model percontohan bisekuriti sederhana, hemat, praktis, dan efektif," kata Arifin.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat pun mendampingi para peternak unggas melakukan Vaksinasi AI 3 Tepat, yakni Tepat Vaksin, Tepat Program Ulangan, dan Tepat Teknik Vaksinasi.

Arifin menyampaikan bahwa vaksinasi Avian Influenza (AI) pada itik dianjurkan menggunakan vaksin AI Subtipe H5N1 clade 2.3.2.

Sedangkan vaksinasi ayam petelur, menurut dia, dianjurkan menggunakan vaksin AI clade 2.1.3 atau clade 2.3.2 atau vaksin kombinasi clade 2.1.3 dan clade 2.3.2 produksi nasional.

Arifin menekankan pentingnya sanitasi di sepanjang rantai pemasaran unggas guna memutus rantai penyebaran virus penyebab flu burung pada unggas serta meminimalkan risiko penularan virus ke manusia.

Dia mengimbau masyarakat peternak menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti menggunakan masker saat menangani unggas hidup atau mati serta mencuci tangan dan kaki menggunakan air dan sabun usai aktivitas.

Berkenaan dengan pengadaan anak ayam umur sehari, Arifin mengatakan, peternak dianjurkan menggunakan anak ayam dari peternakan yang telah memiliki sertifikat bebas flu burung.

Dalam upaya mencegah penularan flu burung, ia melanjutkan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan jika ada temuan kasus penularan penyakit serupa flu pada warga di sekitar tempat temuan kasus penularan flu burung pada unggas.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat drh. Supriyanto mengatakan bahwa kasus penularan virus influenza H5N1 varian 2.3.4.4b sampai sekarang belum ditemukan di Indonesia.

Kasus flu burung yang terdeteksi di Kota Cirebon dan Kota Cimahi, menurut dia, tidak terjadi akibat infeksi virus influenza H5N1 varian baru sebagaimana yang menyebar di Eropa dan Amerika serta Kamboja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

18 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

24 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.