Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK Pacu Peningkatan Literasi Keuangan

📅 Rabu, 01 Mar 2023, 08:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
OJK Pacu Peningkatan Literasi Keuangan Doc: Istimewa

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan indeks literasi keuangan dapat meningkat dan dijaga pada level 65 sampai 70 persen. Hal itu untuk menutup kesenjangan dengan indeks inklusi keuangan.

Pada 2022, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dirilis oleh OJK menunjukkan indeks literasi keuangan nasional sebesar 49,68 persen atau di bawah indeks inklusi keuangan yang sebesar 85,10 persen.

"Kita mengejar paling tidak sama dengan negara lain, indeks literasi kita capai 65 sampai 70 persen supaya kita agak sedikit lega gap literasi dan inklusi kita tidak terlalu tinggi," kata Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Horas Tarihoran dalam webinar Milenial Cuan Melek Keuangan di Jakarta, Selasa (28/2).

Horas mengatakan OJK juga ingin meningkatkan indeks literasi keuangan mahasiswa yang pada 2022 masih sebesar 45,93 persen atau lebih rendah dari indeks literasi rata-rata nasional.

"Kami memandang milenial penting diedukasi agar literasi keuangan meningkat secara umum, karena sekarang 1 dari 4 penduduk Indonesia atau sekitar 69 juta jiwa adalah milenial," katanya.

Ke depan, dia memperkirakan pada 2040 sampai 2045 masyarakat milenial akan mencapai setengah dari total masyarakat Indonesia sehingga peningkatan literasi keuangan perlu diakselerasi.

Berdasarkan survei OJK, hanya 10,7 persen dari milenial yang dapat menabung, sementara 51,1 persen menghabiskan pendapatan untuk konsumsi.

"Kalau terjadi sesuatu seperti Covid-19, hanya 32 persen yang mengatakan sanggup bertahan sebulan jika kehilangan pekerjaan dan sebanyak 28 persen mengatakan hanya sanggup bertahan seminggu," katanya.

Media Pembelajaran

OJK saat ini juga memiliki platform learning management system edukasi keuangan (LMSE) yang bisa diakses secara gratis.

Dia mengatakan pada Maret 2023, platform tersebut akan dirilis sebagai media pembelajaran bagi peserta Kartu Pra Kerja.

"Kami dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan bekerja sama agar semua orang bisa memanfaatkan modul ini," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.