“Livestreamer' Tiongkok Berkumpul di Luar Ruangan untuk Cari Uang Tambahan
📅 Sabtu, 25 Feb 2023, 02:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Jade GAO
Di tengah malam di sebuah jembatan di Tiongkok selatan, sekitar dua lusin livestreamer duduk sambil bersenandung dan mengobrol di mikrofon dengan ring light (lampu cincin) mereka yang identik menyala berjarak beberapa meter dalam barisan.
Para livestreamer ini berkumpul di tempat-tempat seperti ini di Kota Guilin hampir setiap malam dengan harapan dapat menarik perhatian bagi pengguna media sosial yang menelusuri streaming langsung di media sosial Douyin, TikTok versi Tiongkok, tempat pemirsa dapat menyumbang uang ke streamer favorit mereka.
"Ada terlalu banyak streaming langsung di dalam ruangan," kata Qiao Ya, 27 tahun, yang bernyanyi dan berbicara tentang kehidupan sehari-hari kepada siapa saja lewat salurannya yang tayang mulai dari pukul 21.00 hingga 03.00 dini hari setiap malam.
"Karena saya relatif rata-rata dan tidak memiliki keterampilan apa pun, saya streaming di luar ruangan untuk mendapatkan pemandangan yang bisa menarik perhatian 'siapapun yang lewat' secara online," imbuh dia.
Tak mudah untuk bisa streaming langsung di luar ruangan karena kondisinya bisa sangat keras. Saat saat reporter AFP berkunjung pekan ini, suhu turun hingga hampir nol derajat Celsius, sehingga para livestreamer ini harus membungkus diri mereka dengan selimut tebal dan beberapa bahkan terlihat membawa pemanas kecil.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Penonton mungkin merasa jika kami berada di luar ruangan atau sendirian larut malam itu sangat sulit, jadi mereka mungkin lebih baik kepada kami," kata Qiao, yang seperti kebanyakan selebgram Douyin, dikontrak oleh agen bakat live streaming.
Streaming langsung di aplikasi seperti Douyin, yang dikatakan memiliki 600 juta pengguna pada 2020, adalah cara populer untuk menghasilkan uang di Tiongkok. Kegiatannya berkisar dari menjual barang dagangan, mendemonstrasikan life hack (strategi atau teknik yang diciptakan untuk mempermudah pekerjaan seseorang), menyanyi dan menari, hingga mengobrol dengan pemirsa.
Beberapa livestreamer seperti "Si Raja Lipstik" Li Jiaqi, telah menjadi selebritas e-niaga, menghasilkan jutaan dollar AS hanya dari endorsement dan biaya iklan melalui platform tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tapi bagi livestreamer yang berada di jembatan, penghasilan mereka amatlah tipis. Pemirsa dapat membeli hadiah virtual dengan berbagai harga yang diwakili oleh emoji seperti mobil balap, roket, dan wortel, dan memberikannya kepada livestreamer ini dan pemberian itu nantinya dapat diubah menjadi uang.
Satu-satunya penghasilan Qiao berasal dari sumbangan ke livestreaming-nya. Pada hari-hari tertentu, jika peruntungannya bagus, ia bisa meraup hingga 600 yuan (87 dollar AS) selama delapan jam streaming. Pada hari lain, penghasilannya bisa amat minim hingga bisa mendapat 10 yuan (1,50 dollar AS) saja.
Agensi Qiao bisanya mendapat jatah 10 persen dari pendapatannya dari imbalan sewa peralatan dan pengelolaan kehadirannya di media sosial. Sementara Douyin bisa mendapat 50 persen, sehingga Qiao bisa mendapatkan sisanya (40 persen).
Perusahaan induk Douyin yaitu ByteDance, yang juga memiliki TikTok, melaporkan pendapatan sebesar 18,3 miliar dollar AS pada kuartal pertama tahun 2022 lalu dari bisnis mereka ini.
Pekerjaan Sampingan
Sebagian besar livestreamer yang berkumpul di jembatan pada Senin (20/2) lalu adalah para perempuan muda, dan hanya sebagian kecil kaum prianya. Bagi penato alis Zhang Xiaoxiao, steaming yang dilakoninya tersebut merupakan sumber penghasilan tambahan. Dia mengatakan pandemi Covid telah menghantam profesinya dengan keras, dengan salon kecantikan tak bisa jadi andalan lagi karena aturan pembatasan kesehatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!