Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes Budi Dorong Transformasi Kesehatan Melalui Peningkatan Akses

📅 Jumat, 24 Feb 2023, 06:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkes Budi Dorong Transformasi Kesehatan Melalui Peningkatan Akses Doc: kemkes.go.id

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, mengemukakan filosofi mendasar transformasi kesehatan di Indonesia adalah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Filosofi dasar dari transformasi kesehatan, kami ingin dan harus tingkatkan akses dan kualitas layanan kepada masyarakat. Bukan Kemenkes, bukan dekan fakultas kedokteran, bukan organisasi profesi, elit politik, tapi untuk masyarakat Indonesia," kata Menkes Budi saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2023 di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (23/2).

Ia mengatakan, filosofi itu berlaku dalam tataran diskusi masyarakat, khususnya berkaitan dengan usulan Rencana Undang-Undang (RUU) Kesehatan yang kini sedang bergulir di DPR RI. "Siapapun yang mengusulkan, melakukan, asal dia meningkatkan kualitas layanan itu yang diambil," kata dia.

Hal penting lainnya dalam transformasi kesehatan, kata Menkes Budi, adalah upaya menghadirkan negara dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat, seperti yang tertuang dalam UUD 45. "Negara harus hadir, itu tanggung jawab negara. Kami harus pastikan pemerintah bertugas memerintah, kalau tidak bisa (memerintah), berarti ada masalah," tutur dia.

Transformasi kesehatan di Indonesia sendiri terdiri atas enam pilar, di antaranya transformasi layanan primer melalui revitalisasi puskesmas dan posyandu yang tersebar di seluruh Indonesia untuk melayani promotif dan preventif seluruh siklus hidup.

Transformasi layanan rujukan untuk penanggulangan stroke, kanker, dan ginjal lewat pemerataan fasilitas pelayanan kesehatan spesialistik. Transformasi sistem ketahanan kesehatan dengan cara memastikan ketersediaan obat-obatan, vaksin, dan alat diagnostik produk dalam negeri hingga sistem tenaga kesehatan cadangan dengan melibatkan fakultas kedokteran, politeknik kesehatan, dan pramuka.

Selanjutnya adalah transformasi sistem pembiayaan kesehatan yang akan membantu proses pembenahan anggaran dinas kesehatan agar tidak tumpang tindih seperti yang terjadi selama ini.

Transformasi SDM kesehatan untuk memenuhi rasio ideal antara dokter dan masyarakat 1:1.000. Fakta di Indonesia saat ini jumlah dokter sebanyak 101.476 melayani 273.984.400 orang. Artinya 1 dokter melayani sekitar 2.700 orang.

Sedangkan transformasi teknologi kesehatan menyiapkan platform teknologi kesehatan yang digunakan untuk merekam riwayat medis pasien secara digital. Semua fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) seperti rumah sakit, klinik, apotek, laboratorium harus menggunakan format yang sama. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ribuan Penebang Tebu Sambut Mentan Amran, Diajak Dukung Swasembada Gula Nasional.
    Preview komentar:
    swasambada gula juga tidak kalah pentingnya dari swasembada ...
  • Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi yang sering berinteraksi dengan sektor distribusi ...
  • Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini memberikan perspektif baru yang ...
Nasional
Uji Kelayakan dan Kepatutan...

Pelajar Terdampak Karhutla Mulai Kenakan Masker

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Pelajar Terdampak Karhutla ...
Ekonomi
Nelayan Sikka Kembali Melau...
Nasional
Bank Mandiri Pastikan Reken...
"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

26 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.