Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Diduga, Pembatasan Covid-19 Mengurangi Kekerasan yang Dilakukan ISIS

📅 Senin, 20 Feb 2023, 13:55 WIB | Oleh: Tim Penulis

Di Irak, misalnya, Perdana Menteri saat itu, Nouri al-Maliki, menghadapi rangkaian protes pada tahun 2011 yang menentang korupsi dengan kekerasan, penculikan, penyiksaan dan pembunuhan terhadap aktivis dan pengunjuk rasa.

ISIS tumbuh selama masa konflik sipil dan pemberontakan publik itu, dan mencoba membangun kendali atas wilayah di beberapa bagian Irak dan Suriah.

Puncaknya adalah pada tahun 2014, ketika ISIS menguasai 34.000 mil persegi - atau 88.000 kilometer persegi - dari total wilayah Suriah dan Irak, rumah bagi sekitar 10 juta penduduk. Kelompok itu juga mengubah namanya, dari awalnya Negara Islam Irak dan al-Sham, menjadi Negara Islam, mencerminkan rencananya untuk memperluas kendali atas lebih banyak wilayah.

Amerika Serikat (AS) meluncurkan intervensi militer internasional untuk mengalahkan kelompok ISIS pada tahun 2014.

Koalisi militer ini membuat ISIS bertekuk lutut pada awal 2018 dan mengakhiri kendalinya atas wilayah besar yang pernah dikuasainya di Suriah dan Irak.

AS mengumumkan akan menarik pasukannya dari Suriah pada 2018 dan menyatakan kemenangan atas ISIS. Kelompok itu kemudian kehilangan kendali atas bagian wilayah terakhirnya di Suriah pada 2019.

ISIS Selama Lockdown

Terlepas dari kemundurannya, termasuk puluhan ribu pejuangnya yang tewas sejak kemunculannya, ISIS tetap aktif pada awal 2020.

Pada Maret 2020, pemerintah Suriah memberlakukan lockdown selama dua bulan. Ini termasuk menutup sebagian besar bisnis dan membatasi jam malam. Irak dan Mesir juga menerapkan pembatasan luas untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Kami menganalisis data lebih dari 1.500 serangan yang diprakarsai oleh ISIS di negara-negara tersebut selama periode 18 bulan dari 2019 hingga 2020. Riset kami yang diterbitkan pada Januari 2023 tersebut menunjukkan bahwa larangan bepergian dan pembatasan jam malam membantu mengurangi serangan ISIS secara substansial.

Temuan ini menyoroti bahwa penerapan lockdown COVID-19 memengaruhi kemampuan ISIS untuk beroperasi. Jam malam telah mempersulit simpatisan ISIS untuk mencari pendapatan finansial, sementara penutupan institusi publik dan swasta serta pembatasan perjalanan antar provinsi telah membuat kelompok tersebut sulit menyembunyikan pergerakannya.

Analisis kami menunjukkan bahwa ketika masih berlaku, pembatasan jam malam dan perjalanan telah membantu mengurangi kekerasan ISIS secara signifikan, terutama di daerah padat penduduk.

Di Irak, kekerasan menurun sekitar 30% berkat lockdown. Di Suriah, tingkat kekerasan berkurang sekitar 15% secara keseluruhan selama periode tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Olahraga
Marquez Rebut Sprint MotoGP...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.