Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Yunani Segera Subsisi Fotovoltaik Atap Dorong Transisi Energi

📅 Minggu, 12 Feb 2023, 14:09 WIB | Oleh:
Yunani Segera Subsisi Fotovoltaik Atap Dorong Transisi Energi Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi

Yunani menjadi salah satu negara yang terus menggencarkan penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT). Salah satunya dengan mendorong penggunaan fotovoltaik atap.

Kini, Yunani akan meluncurkan panggilan publik bulan depan untuk subsidi fotovoltaik atap yang dipasangkan dengan baterai. Program ini untuk rumah tangga, perusahaan kecil dan petani. Tujuannya adalah untuk menambahkan setidaknya 250 ribu unit seperti fotovoltaik atap.

Menteri Lingkungan Hidup dan Energi Yunani Kostas Skrekas mengatakan krisis energi belum berakhir karena musim dingin mendatang juga akan penuh tantangan. Ia memperingatkan agar tidak berpuas diri meskipun terjadi penurunan harga energi terbaru.

"Pemerintah bertekad untuk mengaktifkan harga energi yang terjangkau bagi warga dan mempercepat produksi energi bersih untuk secara permanen menurunkan harga dan menghilangkan penyebab perubahan iklim," kata Skrekas, dikutip dari Balkan Green Energy News, Selasa (7/2).

Di antara langkah-langkah dan alat untuk memenuhi tujuan transisi dan dekarbonisasi energi nasional yang ambisius, program tenaga surya atap adalah salah satu yang paling penting, terutama bagi pemilik rumah.

Skrekas mengklarifikasi bahwa subsidi dari skema tersebut, yang direncanakan menghasilkan setidaknya 250.000 unit, hanya untuk sistem fotovoltaik atap yang dipasangkan dengan baterai. Panggilan publik untuk individu, usaha kecil dan petani diharapkan akan dikeluarkan pada pertengahan Maret. Satu-satunya syarat adalah mengamankan koneksi ke jaringan distribusi listrik

Skrekas mengatakan baterai akan disubsidi hingga 100 persen, dibandingkan dengan maksimum 60 persen dengan fotovoltaik. Ada kategori tersendiri untuk rumah tangga rentan. Satu-satunya syarat adalah calon penerima manfaat mengamankan koneksi jaringan dari operator sistem distribusi HEDNO, yang juga dikenal dengan akronim Yunani DEDDIE.

Mekanismenya adalah net metering, yaitu sistem kompensasi dalam ketenagalistrikan. Prosumer, pemilik photovoltaics yang dipasang untuk konsumsi sendiri, mengirimkan kelebihan daya ke jaringan dan menariknya kembali saat permintaannya melebihi produksi.

Yunani sejauh ini telah menyisihkan EUR 700 juta untuk hibah tenaga surya dengan baterai untuk konsumsi sendiri. Rencana tersebut membayangkan setidaknya 100 ribu unit akan dipasang di atap rumah dan 75 ribu di kedua kategori lainnya. Pemerintah telah menyisihkan EUR 700 juta untuk subsidi tetapi jumlahnya dapat bertambah tergantung pada ketersediaan dana Eropa dan lainnya.

Menurut pengumuman sebelumnya, batas untuk sistem tenaga surya kecil adalah 10 kV. Logika di balik pengecualian fotovoltaik tanpa baterai adalah, karena harga listrik yang tinggi, sistem seperti itu sekarang relatif cepat menguntungkan bahkan tanpa subsidi.

Fotovoltaik atap menyumbat jaringan distribusi tetapi baterai mengurangi sebagian tekanan. HEDNO telah mencadangkan 2,5 GW dalam kapasitas jaringan untuk program fotovoltaik atap dan juga akan ada ruang bagi otoritas lokal, terutama untuk memberikan energi yang dihasilkan kepada rumah tangga yang rentan, lapor media Yunani.

Seperti diketahui, fotovoltaik adalah teknologi yang mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Ini dilakukan melalui sel fotovoltaik, yang terdiri dari material semi-padat yang dapat mengubah cahaya matahari menjadi arus listrik. Fotovoltaik menawarkan solusi ramah lingkungan dan terbarukan untuk memasok energi bagi rumah tangga, industri, dan aplikasi lainnya. Sistem fotovoltaik terdiri dari panel surya, inverter, dan baterai, yang bekerja sama untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik yang dapat digunakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.