Jet Pribadi dan Kapal Pesiar Milik Para Miliarder, Penyumbang Besar Emisi Karbon
📅 Minggu, 12 Feb 2023, 12:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Panorama 4 Piano
Richard Wilk, Indiana University dan Beatriz Barros, Indiana University
Bos Tesla Elon Musk dan pendiri Amazon Jeff Bezos sempat bersaing untuk menjadi orang terkaya di dunia pada 2021 setelah kekayaan Musk melonjak pada 2020. Lonjakan tersebut sekaligus mendudukkan dia di posisi puncak.
Musk memang bukanlah satu-satunya taipan yang mengalami kenaikan kekayaan signifikan pada tahun pandemi, resesi, dan kematian. Menurut Forbes, penambahan harta miliarder dunia pada 2020 mencapai US$ 1,9 triliun (Rp 29,7 ribu triliun - sekitar sepuluh kali lipat belanja negara Indonesia pada 2021).
Nilai itu sangat besar sehingga kita benar-benar sulit menerkanya tanpa sebuah konteks. Karena itulah, selaku antropolog yang mempelajari budaya konsumen dan energi, kami mencoba memeriksa bagaimana kekayaan tersebut diejawantahkan dalam aktivitas konsumsi serta jejak karbon yang dihasilkannya.
Bagaimana Rasanya Menjadi Miliarder?
Sebaiknya Anda baca juga:
Kami menemukan para miliarder memiliki jejak karbon yang ribuan kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata orang Amerika Serikat.
Aset-aset seperti yacht (kapal mewah), pesawat terbang, dan mansion (rumah besar), berkontribusi pada pelepasan emisi gas rumah kaca. Misalnya, superyacht berikut pekerjanya, landasan helikopter, kapal selam, dan kolam renang melepaskan emisi 7.020 ton CO2 dalam setahun.
Angka itu, dalam kacamata pelestarian lingkungan, menjadikan aset-aset tersebut sebagai yang terburuk. Transportasi dan real estat merupakan dua kontributor jumbo dalam jejak karbon aktivitas manusia. Maka itulah kami fokus menghitung dua aspek tersebut dalam aset-aset milik setiap miliarder.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mencomot sampel dari para miliarder, kami menggunakan daftar 2.095 orang terkaya di dunia versi Forbes tahun 2020.
Penggunaan sampel yang acak ataupun representatif dari jejak karbon para miliarder sulit akurat karena kebanyakan orang-orang kaya tak terlalu mengumbar asetnya. Makanya kami mencoba berfokus pada aktivitas konsumsi mereka yang diketahui publik.
Namun kajian kami tak menganalisis orang-orang super kaya di Asia dan Timur Tengah.
Kami mengumpulkan 82 basis data publik untuk mencatat aset-aset para miliarder seperti rumah, mobil, pesawat, dan yacht. Setelah pencarian yang melelahkan, kami memeriksa data miliarder terkenal yang asetnya gampang dipastikan. Kami juga mencoba memasukkan aspek keberagaman gender dan wilayah. Daftar ini juga akan terus kami tambah.
Kami menggunakan berbagai macam sumber seperti Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) dan Carbon Footprint, untuk memperkirakan emisi CO2 tahunan dari setiap rumah yang tertangkap dari citra satelit ataupun foto, serta penggunaan pesawat pribadi dan yacht dengan yang diberitakan media populer maupun berbasiskan kajian lainnya. Hasil analisis kami dilandasi penggunaan rata-rata setiap aset berdasarkan ukurannya ataupun faktor lainnya.
Kami tidak mencoba menghitung emisi karbon terkandung (embodied carbon) - emisi yang dari pembakaran CO2 dalam proses produksi suatu barang, ataupun emisi yang diproduksi keluarganya, pekerja di lingkup keluarganya, ataupun dari rombongannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!