Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jerman Resmi Setujui Pengiriman 178 Tank Leopard ke Ukraina

📅 Kamis, 09 Feb 2023, 00:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jerman Resmi Setujui Pengiriman 178 Tank Leopard ke Ukraina Doc: ANTARA/M Agung Rajasa
Ket. Pelatih memberikan aba-aba kepada pengemudi kendaraan tempur saat melakukan manuver pengoperasian tank Leopard 2A4+ di Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav) Kodiklatad, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (26/3/2021).

Berlin - Kementerian Pertahanan Federal Jerman secara resmi memastikan keputusan untuk memasok 178 tank Leopard kepada pemerintah Ukraina, menurut pernyataan kementerian tersebut pada Selasa (6/2).

"Pemerintah Federal (Jerman) mendukung Ukraina ... dalam kerja sama erat dengan mitra internasional, memasok Kiev dengan tank tempur utama Leopard 1A5 untuk pembelaan diri yang sah," kata keterangan itu.

Kabinet Jerman mengumumkan persetujuan politik mereka untuk pengiriman tank pada pekan lalu. Akan tetapi, keputusan itu harus diikuti oleh "tahap persetujuan formal lainnya yang diperlukan".

Kementerian Federal Jerman untuk Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim, dalam kapasitasnya sebagai otoritas perizinan utama, mengeluarkan izin bagi perusahaan militer Jerman untuk mengirim hingga 178 unit tank tempur Leopard 1A5 ke Ukraina.

Jumlah pasti tank tempur utama Leopard 1A5 yang dikirimkan ke Ukraina tergantung pada keperluan pekerjaan perbaikan, menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Jerman

Pendanaan, pemeliharaan tank, dan pelatihan awak tank Ukraina dilakukan dengan koordinasi yang erat dengan negara-negara mitra Jerman di Eropa, kata kementerian itu.

Pemerintah Jerman telah menyetujui memasok 178 tank Leopard 1 ke Ukraina, menurut berita harian Jerman Der Spiegel pada Selasa, yang mengutip sejumlah sumber.

Menurut media itu, Dewan Keamanan Federal Jerman yang terdiri dari kanselir, menteri luar negeri, menteridalam negeri, menteri pertahanan, menteri keuangan, menteri ekonomi, menteri kerja sama ekonomi dan kehakiman awal pekan ini menyetujui pengiriman 178 tankLeoparddari cadangan industri negara itu ke Ukraina.

Pengiriman pertama diperkirakan tiba di Ukraina pada musim panas ini, dan sisanya, menurut Der Spiegel, akan dikirim pada 2024.

Pada 25 Januari, pemerintah Jerman mengonfirmasi akan mengirimkan 14 tank Leopard 2 dari cadangan militer Jerman ke Ukraina dan mengeluarkan izin bagi negara lain untuk mengekspor kembali tank tersebut.

Menurut Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius, tank-tank tersebut akan dikirimkan sebelum 'akhir Maret'.

Inggris, Norwegia, Polandia, Slovakia dan Prancis mengatakan mereka juga akan mengirimkan sejumlah tank ke Ukraina.

Ukraina berharap dapat menerima lebih dari 140 tank dari 12 negara pada pengiriman pertama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.